
Ilustrasi tiga bersaudara. (Freepik)
JawaPos.com – Menjadi anak tengah tidak pernah terasa menyenangkan karena dituntut untuk selalu menurut kepada kakak dan harus mengalah kepada adik.
Dua peran yang dimiliki anak tengah sebagai seorang kakak untuk anak bungsu dan menjadi seorang adik untuk anak sulung.
Sering membuat posisi anak tengah terjepit berada di antara anak pertama dan anak terakhir. Akibatnya, anak tengah jarang terlihat dan dianggap tidak ada di mata orangtua.
Terlebih menjadi anak tengah tidak penah terasa istimewa karena ada kakak pertama yang selalu menjadi kebanggaan orangtua dan ada adik bungsu yang selalu diprioritaskan.
Rasa ketidakadilan dan perasaan kurang kasih sayang membuat anak tengah sering mengalami sindrom anak kedua atau middle child syndrome.
Dilansir dari laman Choosing Therapy pada Senin (6/1), berikut tiga hal yang membuat anak tengah memiliki mental yang paling kuat dan toleransi kesabaran yang begitu tinggi.
Baca Juga: Memahami 8 Kepribadian Orang yang Mampu Menikmati Momen Apapun dalam Hidupnya, Menurut Psikologi
1. Selalu mengalah
Anak tengah memang harus dipaksa kuat oleh keadaan. Karena mereka harus mengalah terhadap kedua saudaranya yang lain.
Mereka terbiasa mengalah mencari perhatian orangtua yang sudah diprioritaskan untuk diberikan kepada si sulung dan bungsu.
Dan anak tengah juga selalu memendam segala sesuatu yang membuat mereka tidak nyaman.
Padahal tidak apa untuk mengutarakan yang ada di dalam hati kalian selama tidak menyakiti yang lainnya.
2. Terbiasa mandiri
Orangtua yang sudah terbiasa untuk memperhatikan kebutuhan kakak dan selalu mengutamakan adik membuat anak tengah terbiasa melakukan apa pun sendiri.
Hal inilah yang membuat mereka memiliki mental yang kuat karena sudah terbiasa mandiri sejak kecil.
