
Ilustrasi selera musik. (Freepik)
JawaPos.com- Generasi Z atau Gen Z, diketahui sebagai generasi yang lahir antara 1996 hingga 2012.
Namun tahukah kamu ada beberapa hal unik dari Gen Z dalam memilih teman atau pasangan?
Selain selektif, Gen Z ternyata semakin menjadikan preferensi musik sebagai faktor penting dalam memilih pasangan.
Menurut laporan 'Year In Swipe 2021', kesamaan selera musik memainkan peran besar dalam keputusan Gen Z saat memilih teman atau pasangan melalui aplikasi kencan.
Data tersebut menunjukkan bahwa Gen Z cenderung lebih tertarik pada individu dengan preferensi musik serupa.
Musik menjadi alat untuk mengekspresikan identitas dan nilai pribadi, sehingga memiliki pasangan dengan selera musik yang sama dianggap dapat memperkuat ikatan emosional.
Selain itu, survei yang dilakukan oleh Spotify mengungkapkan bahwa 40 persen wanita Indonesia berusia 21-34 tahun memilih pasangan berdasarkan preferensi musik mereka.
Hal ini menegaskan bahwa kesamaan dalam selera musik dapat menjadi indikator kompatibilitas dalam hubungan.
Psikolog musik dari Universitas Gadjah Mada, Dr. Andi Wijaya, menjelaskan bahwa musik memiliki kemampuan untuk mencerminkan kepribadian seseorang.
"Preferensi musik dapat mencerminkan aspek-aspek tertentu dari kepribadian individu, seperti tingkat ekstroversi atau introversi, keterbukaan terhadap pengalaman baru, dan stabilitas emosional," ujar Dr. Andi Wijaya dikutip JawaPos.com dari froyonion.com pada Senin, 6 Januari 2024
Lebih lanjut, Dr. Wijaya menambahkan bahwa kesamaan dalam selera musik dapat memfasilitasi komunikasi dan pemahaman yang lebih baik antara pasangan.
"Ketika dua individu menikmati genre musik yang sama, mereka cenderung memiliki nilai dan minat yang serupa, yang dapat memperkuat hubungan mereka," tambahnya.
Fenomena ini juga didukung oleh meningkatnya popularitas genre musik tertentu di kalangan Gen Z.
Menurut platform musik SHVR, hip-hop dan rap menjadi genre yang sangat populer di kalangan Gen Z.
Dengan beat yang kuat dan lirik yang menggugah, genre ini mampu menarik perhatian mereka yang mencari ekspresi diri melalui musik.
Selain itu, musik koplo juga menjadi favorit di kalangan Gen Z, terutama dalam mengekspresikan perasaan patah hati. Menurut survei yang dilakukan oleh Tsurvey.id, musik koplo mampu menciptakan dan memperkuat rasa cinta generasi muda terhadap budaya lokal, sekaligus menjadi media untuk menyalurkan emosi mereka.
Dalam konteks ini, memiliki pasangan dengan selera musik yang sama memungkinkan Gen Z untuk berbagi pengalaman dan emosi yang serupa.
Mereka dapat menghadiri konser bersama, mendiskusikan lirik lagu yang bermakna, atau sekadar menikmati waktu bersama sambil mendengarkan playlist favorit.
Namun, penting untuk dicatat bahwa preferensi musik bukan satu-satunya faktor dalam memilih pasangan. Aspek lain seperti nilai-nilai hidup, tujuan masa depan, dan kompatibilitas kepribadian juga memainkan peran penting dalam keberhasilan suatu hubungan.
Meskipun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa musik memiliki peran signifikan dalam kehidupan Gen Z.
Sebagai media ekspresi diri dan identitas, musik membantu mereka dalam membentuk dan memperkuat hubungan interpersonal, termasuk dalam konteks percintaan.
Dengan demikian, memahami preferensi musik pasangan dapat menjadi langkah awal yang baik dalam membangun hubungan yang harmonis dan saling memahami.
Bagi Gen Z, musik bukan hanya hiburan, tetapi juga cerminan dari siapa mereka dan apa yang mereka cari dalam sebuah hubungan.***
