
Ilustrasi Perilaku Orang yang Terlalu Dimanjakan Orang Tuanya di Masa Kecil
JawaPos.com - Setiap orang tumbuh dengan pengalaman masa kecil yang berbeda. Ada yang dibesarkan dengan pola asuh penuh disiplin, ada pula yang dibesarkan dengan segala kemudahan dan kemanjaan.
Namun, ketika orang tua terlalu memanjakan anak-anak mereka, efeknya bisa terasa hingga dewasa. Orang yang terlalu dimanjakan orang tuanya di masa kecil sering menunjukkan perilaku tertentu yang mencerminkan pola asuh masa lalu mereka.
Dilansir dari laman Hack Spirit pada Senin (6/1) yuk kita bahas delapan kebiasaan yang sering terlihat pada mereka.
1. Anti-Penolakan
Perilaku ini bisa jadi tanda paling mencolok. Orang yang terlalu dimanjakan sering kesulitan menghadapi kata "tidak." Sejak kecil, mereka mungkin terbiasa mendapatkan semua yang mereka inginkan.
Saat dewasa, mereka mengharapkan hal serupa dari orang lain. Ketika menghadapi penolakan, respons mereka bisa sangat emosional, seperti marah, pasif-agresif, atau bahkan memutuskan hubungan.
Hal ini menunjukkan ketidakdewasaan emosional yang membuat mereka sulit menerima kenyataan bahwa hidup tidak selalu sesuai dengan keinginan.
2. Kurang Menguasai Keterampilan Hidup Dasar
Anak-anak yang dimanja sering tumbuh tanpa diajarkan bagaimana mengurus diri sendiri. Mulai dari memasak, mencuci pakaian, hingga mengatur jadwal, semuanya dilakukan oleh orang tua atau pengasuh. Saat dewasa, mereka kesulitan menjalani kehidupan mandiri.
Kebiasaan hidup bergantung pada orang lain ini membuat mereka lambat dalam mengambil inisiatif atau belajar keterampilan baru. Mereka cenderung merasa bahwa semuanya akan selalu tersedia tanpa usaha.
3. Terlalu Fokus pada Materi
Psikologi mencatat bahwa individu yang dimanjakan cenderung memiliki hubungan yang kuat antara kebahagiaan dan harta benda. Mereka sering merasa harga diri mereka bergantung pada apa yang mereka miliki atau bisa pamerkan.
Orang seperti ini biasanya sangat fokus pada perolehan barang-barang mewah atau menciptakan kesan bahwa hidup mereka sempurna. Ini adalah cerminan dari masa kecil mereka, di mana mungkin semua keinginan materi selalu dipenuhi tanpa batas.
4. Sulit Menunda Kepuasan
Mereka yang dimanja sejak kecil sering kali tidak memahami konsep "menunggu." Ketika mereka ingin sesuatu, mereka terbiasa mendapatkannya saat itu juga.
Akibatnya, mereka sulit menghadapi situasi yang membutuhkan kesabaran atau usaha jangka panjang. Hal ini memengaruhi berbagai aspek kehidupan, dari menabung hingga mengejar karier.
Jika sesuatu tidak dapat diperoleh dengan cepat, mereka cenderung kehilangan motivasi.
5. Terlalu Egois
Empati bukanlah hal yang otomatis dimiliki oleh orang yang terbiasa dimanjakan. Mereka sering kesulitan melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain karena kebiasaan mereka menjadi pusat perhatian.
Mereka cenderung mementingkan kebutuhan sendiri dibandingkan kebutuhan orang lain, baik dalam hubungan pribadi maupun profesional. Pola pikir ini dapat membuat mereka terlihat egois dan sulit bekerja sama.
