
Ilustrasi bahaya yang mengintai pemilik perut buncit. (Freepik)
JawaPos.com - Buncit merupakan istilah yang digunakan untuk bagian perut yang besar atau gendut. Hal ini disebabkan oleh penumpukan lemak yang berada bagian perut.
Perut buncit biasa terjadi dikarenakan asupan makanan yang terlalu banyak hingga melebihi energi yang diperlukan dalam melakukan aktivitas fisik.
Perlu diketahui, terdapat dua jenis lemak yang menumpuk pada perut buncit. Mereka ialah lemak subkutan yang dapat terlihat dengan cara dicubit dan lemak viseral yang tidak terlihat karena berada di sekitar organ dalam tubuh.
Dikutip dari Healtline pada Rabu (9/10), lemak subkutan adalah lemak yang berada di bawah kulit. Lemak ini dapat dicubit dan terlihat.
Sedangkan lemak viseral berada di sekitar organ dalam tubuh sehingga tidak terlihat. Lemak viseral inilah yang sering dihubungkan dengan kondisi obesitas di perut.
Selain berbahaya karena dapat meningkatkan risiko penyakit tertentu seperti penyakit jantung, lemak viseral sangat sulit untuk dihilangkan.
Lantas, apa yang menyebabkan perut buncit?
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, perut buncit timbul disebabkan oleh asupan makanan yang melebihi energi yang diperlukan untuk aktivitas fisik.
Apabila seseorang makan terlalu banyak, khususnya makanan yang tinggi gula dan kolesterol dan kurang berolahraga, orang tersebut akan mengalami penumpukan lemak pada tubuh, termasuk lemak di perut.
Riwayat obesitas pada keluarga, kurang tidur, kebiasaan mengonsumsi alkohol, dan stres yang tinggi juga berpengaruh terhadap timbulnya perut buncit.
Usia tua dan ketidakseimbangan hormon pada wanita menopause juga mempermudah timbulnya perut buncit.
Seberapa bahayanya perut buncit bagi kesehatan?
Bagi kamu yang memiliki perut buncit karena kebanyakan lemak, sebaiknya waspada karena kondisi ini meningkatkan risiko sejumlah penyakit yang berbahaya.
1. Peradangan dan Hormon
Kumpulan lemak pada tubuh mampu mengeluarkan senyawa peradangan (sitokin) dan hormon yang bisa mengganggu metabolisme tubuh.
