Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Juni 2024, 11.25 WIB

Warna dan Kepribadian: Orang yang Senang Memakai Baju Kuning, Benarkah Orang yang Ceria dan Optimis?

Ilustrasi orang yang menyukai warna kuning. - Image

Ilustrasi orang yang menyukai warna kuning.

JawaPos.com - Menggunakan warna-warna tertentu hampir di sebagian besar keseharian bisa jadi dilakukan tanpa sadar oleh beberapa orang. Meski menggunakan warna tertentu bisa jadi kebetulan, namun penggunaan warna tersebut bisa memberitahu secara tersirat terkait kepribadian seseorang.

Ada istilah menarik tentang hal ini yakni psikologi warna. Dilansir dari situs web Science of People, psikologi warna adalah sebuah studi terkait warna yang bisa bepengaruh pada emosi dan perilaku seseorang. Dalam hal pakaian, warna-warna tertentu bisa memengaruhi emosi dan perilaku pemakai serta orang yang melihat.

Misalnya, warna merah yang digunakan di sebagian besar tempat makan franchise memiliki tujuan untuk meningkatkan rasa lapar sehingga akan membeli produk di resto tersebut. Atau warna hijau yang sering digunakan dalam hal-hal yang berkaitan dengan alam. Akan tetapi, psikologi warna tidak hanya persoalan emosi atau persepsi seseorang ketika melihat baju dengan warna tertentu di sekolah atau kantor.

Dilansir dari situs web World Fashion Channel, psikologi warna adalah bagaimana warna-warna yang dikenakan sehari-hari memberi tahu terkait karakter seseorang, tidak hanya berhubungan dengan mood atau perasaan.

Kuning merupakan warna cerah yang seringkali diasosiasikan dengan matahari, sikap positif dan kehangatan. Dilansir dari World Fashion Channel, kuning biasa diasosiasikan sebagai warna yang hanya bisa digunakan oleh keluarga kerajaan di beberapa wilayah Asia Timur di masa lalu.

Dilansir dari Jagran Josh, ciri kepribadian orang yang senang menggunakan baju warna kuning adalah ceria, suka bersenang-senang, ramah serta optimis. Orang tersebut juga dikatakan penuh rasa ingin tahu, positif dan dihubungkan dengan rasa bahagia dan kreativitas.

Warna kuning adalah warna cerah yang jarang ditemukan sebagai baju ketika kamu berjalan-jalan di kota. Dilansir dari Marika Magazine, menggunakan warna kuning berarti senang mengambil risiko atau mencoba hal yang sepenuhnya baru.

Kepribadian ini tentu cocok dengan warna kuning yang akan membuat perhatian tertuju pada seseorang tersebut. Selain itu, orang tersebut kemungkinan menikmati tantangan-tantangan, kisah yang rumit, permainan politik, dan hal menyulitkan lain. Meski seringkali diremehkan karena dianggap warna yang kekanak-kanakan, warna kuning pada baju seseorang mengisyaratkan keceriaan dan keramahan.

Dilansir dari Marika Magazine, orang tersebut adalah orang yang tampaknya mudah didekati. Hal ini bsia dipahami mengingat kartun-kartun ceria untuk anak-anak biasanya berwarna kuning seperti Minion atau Pikachu.

Hubungan dengan pasangan dan pekerjaan juga bisa dilihat dari penggunaan warna kuning di keseharian. Dilansir dari Jagran Josh, seseorang tersebut menjalani kehidupan secara sepenuhnya. Kalaupun memiliki pasangan, orang tersebut tetap memiliki kehidupannya sendiri secara mandiri.

Orang tersebut juga tidak mau terlibat dalam-dalam dengan drama percintaan. Apabila pasangan melakukan kesalahan, maka hubungan terseut sudah seharusnya dihentikan. Sementara untuk kantor, sisi kreativitas dari orang tersebut dapat keluar secara maksimal. Dilansir dari Jagran Josh, spontanitas dan kreativitas seseorang yang senang menggunakan baju kuning keluar melalui ide-idenya. Meski penuh akan kreatifitas, keputusan yang diambil tetap berdasarkan perhitungan tertentu.

Sementara bagi orang yang melihat, warna kuning yang dikenakan sebagai baju bisa memicu bebrapa emosi tertentu dalam diri seseorang. Dilansir dari World Fashion Channel warna kuning bisa memberi efek pada psikologis dengan kekuatan dan energi.

Warna kuning juga berdampak pada suasana hati yang jadi lebih baik dan meningkatkan produktivitas. Dilansir dari Ziba Couture, warna kuning bisa membuat sekresi serotonin di otak serta meningkatkan kecepatan metabolisme. hasilnya, orang-orang di sekitar warna kuning bisa merasa lebih bergairah.

Selain itu, warna kuning juga membuat orang memusatkan perhatian dan fokus. Hal ini bisa dilihat dimana beberapa papan iklan besar di jalanan kebanyakan menggunakan kuning sebagai warnanya.

Dilansir dari Science of People, kuning tidak selalu cocok digunakan di segala situasi. Misalnya, warna kuning cerah yang digunakan seseorang di kantor dapat memberikan energi yang berlebihan. Oleh karenanya, penting bagi penggunaan warna kuning disesuaikan dengan suasana, tempat, dan orang seperti apa yang akan ditemui.

Editor: Edy Pramana
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore