
Sarung tak hanya dikhususkan untuk pria, tetapi juga bisa untuk perempuan. ISTIMEWA
JawaPos.com - Sarung tak hanya dikhususkan untuk pria, tetapi juga bisa untuk perempuan. Kain sarung merupakan gaya tradisional dan warisan leluhur budaya Indonesia, di mana kini semakin diadaptasi dengan gaya yang lebih modern.
Label Sarung Kanjeng yang telah berdiri sejak tahun 2019 menggandeng kreator-kreator untuk kolaborasi desain. Beberapa di antaranya adalah seniman Sugito Ha Es dan Sarah Monica.
Brand sarung batik yang berasal dari Kota Pekalongan tersebut muncul ke pasar perbatikan Indonesia dengan semangat melawan pakem. Istilah yang selama ini berkaitan dengan standar motif batik yang terus diwariskan sepanjang generasi.
Baca Juga: Ilustrator Beri Semangat Pada Perempuan Lewat 8 Koleksi Fashion
Sarung batik merupakan salah satu bentuk olahan kain batik yang dibuat dengan teknik cap. Selama ini motif pakem menjadikan kain atau sarung batik identik sebagai produk tradisi.
Akan tetapi, agar lebih kekinian, para seniman menawarkan motif-motif unik untuk anak-anak muda. Yaitu desain kontemporer bagi kaum milenial.
Melalui wawacara dengan JawaPos.com, Jumat (16/7), sang seniman Sarah Monica yang juga seorang penulis esai dan puisi menceritakan filosofi dari desain kedua hasil kolaborasinya. Desain pertama hasil kolaborasi dengan Sarung Kanjeng adalah ‘Transenden’. Sedangkan desain kedua yaitu ‘Glory Rose'.
Sarah bercerita bahwa desain Glory Rose yang dibuat pada akhir tahun 2020 lalu merupakan hasil perenungannya atas perjalanan hidup selamanya akan penuh kejutan. Harapan, tantangan, kebahagiaan, dan penderitaan adalah keindahan dari sebuah perjalanan. Dinamika alami berproses menjadi manusia.
Lalu mengapa harus motif bunga mawar?
Bagi Sarah, bunga mawar merupakan simbol kejelitaan. Kelopak dan durinya melambangkan derita dan asa dalam kehidupan.
"Melalui motif Glory Rose, saya bermaksud menyampaikan bahwa upaya manusia melampaui rasa suka-duka dalam hidup akan membawa manusia pada pencapaian tertinggi. Menggapai makna hidup hakiki," tegas Sarah.
Untuk kainnya, sarung tersebut menggunakan kain katun Primissima Mercerized Full Finished. Ia berharap kain sarung bisa menjadi tren dan gaya fashion baru kekinian bagi kaum hawa.
