
Suasana di permukiman warga RT 003 RW 003, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung saat pemberlakuan karantina wilayah atau mikro lockdown, Jakarta, Selasa (25/5/2021). Jumlah warga yang tepapar Covid-19 di wilayah ini bertambah menjadi 104 orang setelah
JawaPos.com - Tingkat keterisian tempat tidur (BOR) rumah sakit yang kian penuh, membuat pasien Covid-19 tak bisa seluruhnya ditampung di rumah sakit. Hanya mereka yang dengan gejala sedang dan berat saja yang bisa dirawat di rumah sakit. Selebihnya isolasi mandiri di rumah atau isolasi mandiri di fasilitas terpusat. Namun ingat, isoman atau isolasi mandiri tetap harus diawasi oleh dokter yang menangani.
Sebab saturasi oksigen atau kadar oksigen dalam darah sewaktu-waktu bisa saja turun. Dan, kondisi demam atau sesak napas juga bisa saja mengancam.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam kini juga sedang terinfeksi Covid-19 dan melakukan isoman. Meski sedang terpapar, Prof Ari membagikan tips dan informasi seputar isoman di rumah bagi pasien.
"Mengingat jumlah kasus Covid-19 meningkat, menembus angka penambahan kasus sebelumnya maka banyak pasien sedang menjalani isoman. Apa sih yang kita lakukan selama isoman," katanya kepada JawaPos.com yang juga diunggah dalam channel YouTube pribadinya baru-baru ini.
Menurutnya ada dua hal yang harus diketahui saat isoman. Pertama, kata dia, bahwa droplet pasien bisa menularkan ke orang lain. Droplet mengandung virus saat bersin, batuk, bicara, masih bisa menularkan ke orang lain.
Kedua, kata dia, dalam masa isoman, pasien harus menjaga agar kondisinya tak semakin buruk. Hasil diskusinya pada beberapa ahli atau pakar paru serta berdasarkan hasil pengalaman pribadi dalam membantu pasien Covid-19, maka ada 3 hal harus diantisipasi ketika pasien alami infeksi. Apa saja?
Pertama, pasien Covid-19 bisa mengalami perburukan saat minggu kedua isoman. Pasien mengalami peradangan paru, perburukan fungsi paru, saturasi turun. Lalu perlu suplementasi oksigen, lalu ventilator.
Kedua, orang-orang dengan infeksi virus, mempunyai daya tahan tubuh rendah. Mudah sekali terinfeksi oleh infeksi lain. Sehingga jangan sampai terpapar dengan infeksi lain.
Ketiga, pasien Covid-19 perlu mewaspadai komplikasi bisa terjadi pada minggu kedua. Misalnya kondisi pengentalan darah atau hiperkoagulasi dan bisa berujung pada kematian mendadak, serangan jantung, stroke, atau gangguan hiperkoagulasi lainnya. Maka saat isoman penting agar selalu dipantau oleh dokter yang mengawasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022