Logo JawaPos
Author avatar - Image
30 Agustus 2025, 00.26 WIB

Musik Bisa Jadi Metode Terapi Ampuh? Begini Cara Kerja dan Pengaruhnya bagi Kesehatan Mental

Seorang wanita sedang mendengarkan musik (Dok. Freepik) - Image

Seorang wanita sedang mendengarkan musik (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Terapi musik adalah metode penyembuhan yang memanfaatkan respons dan keterhubungan seseorang dengan musik untuk mendorong perubahan positif dalam suasana hati serta kesejahteraan mental.

Metode ini dapat membantu menurunkan kecemasan, meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus menjadi alternatif dari terapi lain seperti konseling atau terapi perilaku kognitif (CBT).

Dalam praktiknya, terapi musik bisa berupa mendengarkan musik, menciptakan musik dengan instrumen, bernyanyi, atau bahkan bergerak mengikuti irama. Melalui proses ini, seseorang dapat mengembangkan kepercayaan diri, keterampilan komunikasi, kemandirian, kesadaran diri maupun orang lain, serta kemampuan konsentrasi.

Interaksi langsung antara terapis dan klien menjadi elemen penting dalam terapi musik. Improvisasi sering digunakan, misalnya menciptakan alunan musik secara spontan untuk mengekspresikan suasana hati atau tema tertentu, seperti menirukan suara badai dengan drum dan rainstick.

Bagaimana Musik Memengaruhi Otak?

Dilansir dari Medical News Today , pengaruh musik terhadap otak sangatlah luas dan melibatkan banyak area otak sekaligus. Musik tidak hanya menyentuh sisi emosional manusia, tetapi juga memengaruhi fungsi kognitif, motorik, hingga sistem penghargaan di otak.

1. Proses Ritme dan Gerakan

Cerebellum, bagian otak kecil di belakang kepala, berperan penting dalam memproses ritme dan koordinasi. Inilah alasan mengapa ketika kita mendengar musik dengan ketukan tertentu, tubuh kita secara refleks ingin bergerak mengikuti irama, entah itu dengan mengetukkan kaki, mengangguk, atau bahkan menari.  

2. Emosi dan Perasaan

Lobus frontal bekerja untuk mengartikan sinyal emosional yang terkandung dalam musik. Melodi yang lembut dapat memicu rasa tenang, sementara musik dengan tempo cepat bisa membangkitkan semangat dan energi. Musik juga dapat memunculkan memori emosional tertentu, misalnya sebuah lagu yang mengingatkan pada masa kecil atau pengalaman pribadi.  

3. Pemahaman Nada dan Harmoni

Bagian kecil pada lobus temporal kanan berfungsi untuk mengenali nada (pitch) dan harmoni. Hal ini memungkinkan kita membedakan apakah sebuah lagu terdengar sumbang atau merdu. Kemampuan ini juga membantu musisi dalam menciptakan atau mengimprovisasi musik. 

4. Sistem Pengarahan Otak

Nucleus accumbens, yang dikenal sebagai pusat penghargaan, melepaskan dopamin saat kita mendengarkan musik yang menyentuh hati atau terasa “menggugah jiwa.” Reaksi ini bahkan bisa memicu respons fisik nyata, seperti merinding atau merasa euforia. Sensasi ini mirip dengan kepuasan ketika kita menikmati makanan enak atau meraih keberhasilan. 

5. Memori dan Pengalaman Masa Lalu

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore