
Ilustrasi berat badan naik karena mengalami stres berkepanjangan. (Pixabay).
JawaPos.com – Perasaan tertekan pernah dialami oleh semua orang. Tetapi stres yang berlebihan dapat berefek ke fisik kita seperti naik berat badan.
Tentunya keadaan stres kronis ditambah efek samping kelebihan berat badan bukanlah sesuatu yang diinginkan kebanyakan orang.
Dirangkum dari Medical News Today pada Kamis (16/1), sebuah artikel dari International Journal of Preventive Medicine di tahun 2022 menyatakan hubungan antara stres dengan obesitas antara lain dengan:
Hormon stres kortisol meningkatkan gula darah, dan secara bersamaan juga akan memproduksi insulin untuk mengendalikan kadarnya.
Sehingga jika stres yang dialami berlangsung secara berkepanjangan, maka seiring waktu akan terjadi resistensi insulin yang dapat menumpuk lemak dan menyebabkan kenaikan berat badan.
Baca Juga: Manfaat Konsumsi Teh Hijau Menurut Pakar Kesehatan, Baik bagi Tubuh dan Bisa Turunkan Berat Badan!
Kadar kortisol yang tinggi juga mengurangi produksi hormon kortikotropin yang mengatur nafsu makan, sehingga kita merasa ingin mengonsumsi porsi lebih.
Untuk menghindari naik berat badan karena stres, pendekatan psikologis seperti cognitive behavioral therapy (CBT) dan mindful eating dapat membantu untuk mengatur rasa “cukup” ketika sedang makan.
Berikut contoh yang dapat diterapkan untuk melatih mindfulness saat makan:
Selain melatih perilaku makan, berolahraga dan menjaga diri dari stres, jika terlanjur memiliki kadar gula darah tinggi, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan diet tertentu seperti diet keto yang awalnya dibuat untuk penderita diabetes.
