
ILUSTRASI: Perempuan berkumis. (Freepik/rawpixxel.com)
JawaPos.com – Kumis pada perempuan mungkin bukan masalah kesehatan serius, tetapi sering kali menyebabkan rasa tidak percaya diri. Secara medis, kondisi ini dikenal sebagai hirsutisme, yaitu pertumbuhan rambut yang berlebihan di area yang biasanya dimiliki pria. Selain faktor keturunan, ada beberapa penyebab medis yang mendasarinya.
Berikut penjelasan lengkap penyebab perempuan berkumis dan solusi medis yang bisa dilakukan:
Hirsutisme
Hirsutisme adalah kondisi di mana rambut tumbuh berlebihan, termasuk di atas bibir, dagu, atau area tubuh lainnya. Rambut biasanya lebih kasar, tebal, dan gelap. Faktor genetik, obesitas, dan kadar insulin yang tinggi dapat memengaruhi kondisi ini.
Hiperplasia Adrenal Kongenital
Kondisi ini disebabkan oleh kelainan pada produksi hormon kortisol dan aldosterone. Akibatnya, metabolisme terganggu dan rambut tumbuh berlebihan.
Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)
PCOS sering menjadi penyebab utama kumis pada perempuan. Ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh juga menyebabkan menstruasi tidak teratur dan kenaikan berat badan.
Sindrom Cushing
Produksi hormon kortisol yang berlebihan dapat memicu pertumbuhan rambut yang tidak wajar di wajah dan tubuh perempuan.
Tumor di Kelenjar Adrenal atau Ovarium
Tumor dapat meningkatkan produksi hormon testosteron, menyebabkan pertumbuhan rambut berlebih, termasuk kumis.
Penggunaan Obat Steroid
Obat steroid anabolik yang meniru efek testosteron dapat memicu pertumbuhan rambut berlebih.
Akromegali
Penyakit langka akibat tumor di kelenjar pituitari ini juga dapat menyebabkan rambut tumbuh berlebihan.
Jika kumis pada perempuan dirasa mengganggu, ada berbagai cara untuk mengatasinya, baik sementara maupun permanen.
Metode Sederhana (Non-Medis)
Penanganan Medis
Elektrolisis
Penanganan Penyebab Utama
