
Ilustrasi seorang dengan sifat narsistik. (Freepik/lifeforstock)
JawaPos.com – Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat penggunaan media sosial tertinggi di dunia. Meskipun membawa banyak manfaat, penggunaan media sosial secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif, salah satunya kepribadian narsistik.
Berikut ini pembahasan mengenai hubungan antara media sosial, insomnia, dan gangguan kepribadian narsistik, serta cara menghadapi dampaknya.
Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan dapat meningkatkan risiko:
Kepribadian narsistik adalah kondisi di mana seseorang merasa dirinya lebih unggul dari orang lain, membutuhkan perhatian berlebihan, dan sulit berempati.
Ciri-ciri Kepribadian Narsistik:
Hubungan Sosial yang Bermasalah
Kesulitan memahami perasaan orang lain sering menyebabkan konflik dan isolasi sosial.
Ketidakmampuan Menerima Kritik
Mereka defensif atau agresif saat menerima kritik, yang dapat memperburuk hubungan interpersonal.
Masalah dalam Karier
Fokus berlebihan pada diri sendiri membuat mereka sulit bekerja sama, menghambat kemajuan karier.
Ketergantungan pada Perhatian Orang Lain
Ketergantungan ini dapat memicu kecanduan media sosial atau perilaku impulsif yang merugikan.
Gangguan Mental
Individu dengan kepribadian narsistik rentan mengalami kecemasan, depresi, dan gangguan bipolar.
Dilansir dari klikdokter.com, berikut langkah-langkah yang bisa diambil:
Kepribadian narsistik yang dipengaruhi oleh penggunaan media sosial berlebihan dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental. Jika Anda atau orang terdekat menunjukkan tanda-tanda narsistik, penting untuk segera mencari bantuan profesional.
