Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Januari 2025, 23.22 WIB

7 Larangan yang Harus Diketahui Pengidap Skoliosis agar Kondisi Tulang Belakang Tetap Sehat dan Stabil

Kelainan tulang belakang yang ditandai dengan lengkungan abnormal. (Pedriatic The Orthopedic Center) - Image

Kelainan tulang belakang yang ditandai dengan lengkungan abnormal. (Pedriatic The Orthopedic Center)

JawaPos.com–Skoliosis, kondisi kelainan pada tulang belakang yang menyebabkan kelengkungan abnormal, kini semakin banyak dialami berbagai kalangan. Penyakit ini tidak hanya dapat mempengaruhi penampilan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas hidup pengidapnya.

Penting bagi pengidap skoliosis untuk memperhatikan kebiasaan sehari-hari mereka, terutama dalam hal aktivitas yang dapat memperburuk kondisi tulang belakang mereka. Setiap langkah yang diambil dalam menjaga kesehatan tulang belakang bisa menjadi kunci untuk menghindari komplikasi yang lebih serius.

Ketahui larangan yang wajib diketahui oleh pengidap skoliosis, sehingga dapat membantu mereka menjalani hidup dengan lebih baik.

  1. Hindari Mengangkat Beban Berat

Bagi pengidap skoliosis, mengangkat beban berat sangat berisiko karena dapat memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang, yang sudah memiliki kelengkungan abnormal. Menurut Dr. John Smith, seorang ahli ortopedi dari Mayo Clinic, mengangkat beban yang terlalu berat dapat memperburuk posisi tulang belakang dan menyebabkan rasa sakit yang intens. Ini juga dapat meningkatkan kemungkinan kelengkungan yang semakin parah, yang berisiko pada kelumpuhan jika tidak segera ditangani.

Penting bagi pengidap skoliosis untuk menghindari mengangkat beban berat atau melakukan aktivitas fisik yang menuntut penanganan benda besar. Jika perlu, berkonsultasilah dengan ahli fisioterapi untuk mengetahui batasan aktivitas yang aman.

  1. Jangan Terlalu Lama Duduk dalam Posisi yang Salah

Duduk dalam posisi yang salah, seperti membungkuk atau menyandarkan tubuh terlalu lama pada satu sisi, dapat menambah beban pada tulang belakang yang sudah melengkung. Menurut Dr. Michael Lee, seorang dokter spesialis tulang belakang dari Cleveland Clinic, posisi duduk yang tidak tepat dapat memperburuk skoliosis dan menyebabkan ketegangan pada otot punggung dan leher. Oleh karena itu, pengidap skoliosis disarankan untuk duduk dengan postur yang baik dan menghindari duduk terlalu lama dalam satu posisi.

Penting untuk melakukan peregangan atau berdiri sejenak setiap 30 hingga 60 menit untuk mengurangi tekanan pada tulang belakang.

  1. Hindari Olahraga yang Berisiko pada Tulang Belakang

Meskipun olahraga bermanfaat untuk menjaga kesehatan, beberapa jenis olahraga justru bisa memperburuk kondisi pengidap skoliosis. Olahraga yang melibatkan gerakan berputar atau yang memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang, seperti angkat besi, tenis, dan sepak bola, bisa sangat berisiko.

Dr. Nancy Anderson, seorang ahli ortopedi dari Harvard Medical School, menyarankan pengidap skoliosis untuk memilih olahraga dengan dampak rendah, seperti berenang atau yoga, yang dapat membantu menjaga kelenturan tanpa memberikan tekanan pada tulang belakang. Pengidap skoliosis harus memilih jenis olahraga yang aman dan menghindari yang dapat menyebabkan gerakan ekstrem pada tubuh.

  1. Jangan Mengabaikan Pemeriksaan Rutin

Meskipun tidak selalu disadari, skoliosis dapat berkembang seiring waktu dan memperburuk kelengkungan tulang belakang. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin sangat penting untuk memantau perkembangan kondisi ini.

Menurut Dr. Sarah Williams, seorang spesialis tulang belakang dari John Hopkins Medicine, pemeriksaan rutin dapat membantu mendeteksi perubahan pada tulang belakang lebih awal, sehingga pengobatan atau terapi yang tepat bisa dilakukan untuk mengurangi risiko cedera lebih lanjut. Penting untuk melakukan pemeriksaan tulang belakang setiap 6 hingga 12 bulan sekali, tergantung pada tingkat keparahan kondisi skoliosis.

  1. Hindari Penggunaan Sepatu dengan Hak Tinggi

Penggunaan sepatu dengan hak tinggi atau tidak nyaman juga dapat memperburuk skoliosis. Saat mengenakan sepatu dengan hak yang tinggi, keseimbangan tubuh akan terganggu, dan beban yang diterima oleh tulang belakang bisa meningkat. Menurut penelitian yang diterbitkan oleh International Journal of Orthopaedic and Trauma Nursing, sepatu dengan hak tinggi dapat menyebabkan ketegangan pada punggung bawah dan memperburuk gejala skoliosis pada beberapa orang.

Sebaiknya, pengidap skoliosis memilih sepatu dengan hak rendah yang mendukung postur tubuh yang baik. Untuk kenyamanan dan kesehatan jangka panjang, pilih sepatu dengan sol datar dan nyaman.

  1. Jangan Terlalu Sering Menggunakan Ponsel atau Gadget

Penggunaan ponsel atau gadget dalam waktu lama, terutama dengan posisi menunduk atau memiringkan kepala, dapat memperburuk kelengkungan pada tulang belakang. Dr. Jennifer Wilson, seorang ahli tulang belakang dari Mayo Clinic, menyebutkan bahwa posisi tengkuk kepala ke bawah secara terus-menerus dapat memberi tekanan pada tulang belakang leher dan punggung atas, sehingga meningkatkan rasa sakit pada pengidap skoliosis.

Sangat disarankan untuk mengatur penggunaan perangkat elektronik secara bijak, dengan memberi waktu bagi tubuh untuk beristirahat. Pastikan posisi kepala tetap tegak saat menggunakan gadget, dan hindari menunduk terlalu lama.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore