Aroma buah mengkudu memang terasa menusuk hidung. Tapi, jangan ragukan soal khasiatnya. Secara turun-temurun buah mengkudu dipercaya bisa mengatasi masalah kesehatan. Di antaranya, nyeri sendi dan otot, sakit kepala, luka pada lambung, pencernaan buruk, diabetes, tekanan darah tinggi, gangguan pembuluh darah dan jantung, serta ketergantungan obat.
---
DI Jawa buah mengkudu populer disebut pace. Masyarakat dunia lebih mengenalnya dengan nama noni fruit (buah noni). Berasal dari Asia Tenggara, tanaman asli bernama ilmiah Morinda citrifolia suku Rubiaceae dan mudah menyebar luas di kawasan Indo-Pasifik.
Di kawasan Gombong, Jawa Tengah, potongan buah mengkudu yang belum terlalu masak dapat menambah kelezatan rujak. Kini memang penjual rujaknya mulai langka. Masyarakat Jogjakarta mengenal minuman semelak pace yang bahan utamanya dari mengkudu. Diyakini, minuman itu cocok untuk mengatasi gangguan ringan seperti flu.
Dalam pengobatan rakyat, masyarakat Jawa meyakini mengkudu bisa membantu mengatasi tekanan darah dan kolesterol tinggi. Penelitian membuktikan manfaat mengkudu, antara lain, untuk aktivitas pendongkrak sistem imun, antidiabetes, antikanker, antiradang, antioksidan, kesehatan sistem saraf, kesehatan kulit, meningkatkan ketahanan fisik, hingga mempertahankan kesehatan tulang pada wanita.
Khasiat itu erat berkaitan dengan kerja kandungan bioaktif, vitamin, dan mineral yang sangat kaya pada mengkudu. Ada vitamin A dan C. Ada pula mineral seperti kalium dan zat bioaktif, antara lain, skopoletin, karoten, flavon, glikosida iridoid, antrakinon, asam kaproat, ursolic acid, rutin.
Dengan banyaknya khasiat itu, tak mengherankan kalau mengkudu juga bernilai ekonomi. Sedikitnya 162,2 ton mengkudu dari Jawa Timur diekspor ke Korea Selatan selama 2021 (Jawa Pos, 5 Februari).
Mengkudu sebagai Antioksidan
Antioksidan merupakan unsur yang menetralkan radikal bebas penyebab kerusakan sel. Studi epidemiologi membuktikan bahwa konsumsi buah dan sayur dapat menurunkan kerusakan oksidatif dan peroksidasi karena radikal bebas pada perokok.
Sebuah studi menyatakan, buah mengkudu matang menunjukkan aktivitas antioksidan yang sama dengan jeruk manis dan jeruk keprok. Mengkudu matang meningkatkan kapasitas antioksidan, kandungan fenol total, dan asam askorbat. Tetapi, bila terlalu matang, malah menurunkan ketiganya. Beberapa senyawa polifenol dari kumarin, flavonoid dan grup asam fenolat, serta irodoid dalam jus mengkudu menunjukkan kapasitas antiradikal bebas yang berarti punya aktivitas antioksidan.
Aktivitas tersebut diuji pada perokok yang memang mempunyai kadar zat perusak sel melalui proses oksidasi yang sangat tinggi. Ternyata, minum jus mengkudu dapat menurunkan kerusakan tersebut karena kerja bareng zat antioksidan. Zat yang terlibat adalah iridoid, senyawa polifenol, antrakinon, tokoferol, dan beta karoten.
Hasil tersebut menguatkan pendapat bahwa kebanyakan zat antioksidan alamiah bekerja secara bersinergi untuk menunjukkan efek melawan radikal bebas. Aktivitas antioksidan jus pada perokok itu terbukti juga mampu menurunkan kadar kolesterol yang memang meningkat pada perokok.
Studi itu juga menemukan fakta bahwa efek antioksidan dan interaksinya dengan sistem imun dan jalur inflamasi adalah dasar utama kerja jus mengkudu yang bermanfaat bagi kesehatan.
Mengkudu sebagai Antidiabetes
Orang awam percaya akan khasiat mengkudu sebagai penurun kadar gula darah. Ternyata, aktivitas antidiabetik itu sudah diuji melalui penelitian pada tikus yang dibuat mengalami diabetes. Pemberian jus mengkudu menunjukkan perbaikan pada metabolisme gula tikus. Penelitian itu juga membuktikan bahwa jus mengkudu bekerja secara sinergi bila digunakan bersama terapi insulin dalam menurunkan kadar gula darah.
Mengkudu sebagai Antikanker
Dalam pengobatan rakyat, mengkudu sudah dipakai sebagai food supplement pada pasien dengan berbagai jenis kanker. Karena itu, mengkudu menarik perhatian peneliti untuk mempelajari aktivitas antikanker. Memang hasilnya menunjukkan kemampuan buah tersebut dalam menghambat pertumbuhan dan perkembangan tumor. Bahkan, ada studi yang menunjukkan bahwa minum 30–120 ml jus pace per hari bisa menurunkan risiko kanker pada perokok berat.
Aktivitas antikanker berlangsung melalui banyak jalan, termasuk melibatkan respons imunologi. Unsur kandungan mengkudu diduga bisa mencegah struktur yang terbentuk melalui ikatan antara zat racun penyebab kanker dan inti sel yang menyebabkan perubahan sel. Uji antikanker sudah dilakukan untuk kanker payudara, kolon, dan paru.
Mengkudu sebagai Antihipertensi
Orang awam juga percaya khasiat mengkudu sebagai penurun tekanan darah. Hal itu menarik peneliti Jepang dan Tiongkok untuk mengetahui kerjanya dalam mengendalikan tekanan darah.
Percobaan pemberian jus noni dilakukan pada tikus dan hasil penelitiannya dibahas secara sangat mendetail. Secara singkat, terjadi vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) pada tikus percobaan yang dibuat mengalami hipertensi.
Selain itu, juga terjadi relaksasi pada pembuluh darah besar melalui pembentukan NO (nitric oxide). NO dibentuk oleh endothelium (lapisan tipis sel epitel pipih yang melapisi permukaan dalam pembuluh darah) yang menyebabkan relaksasi otot polos untuk memperlebar pembuluh darah. Itu adalah bukti bahwa jus noni dapat digunakan sebagai terapi pada keadaan hipertensi. Zat kandungan yang diduga berperan adalah golongan iridoid yang juga bekerja sebagai antioksidan dan penurun gula darah.
(*)
MINUMAN SEMELAK PACE
SEMELAK pace adalah minuman segar yang dibuat dari buah mengkudu matang. Uniknya, setelah dimasak, bau menyengat berkurang sehingga tidak mengganggu konsumen.
RESEP DASAR
• Pilih buah yang matang, cuci bersih, potong kecil-kecil.
• Masukkan ke dalam panci, remas-remas.
• Tambahkan air secukupnya, didihkan dengan api sedang. Lantas, disaring.
• Setelah hangat, tambahkan air perasan jeruk nipis dan gula jawa.
• Minumlah secangkir (250 ml) sekali sehari.
CATATAN
• Pada penderita tekanan darah tinggi, minumlah minimal satu jam setelah minum obat dokter. Amati dengan saksama perubahan tekanan darah.
• Apabila terjadi penurunan tekanan darah yang drastis, sebaiknya tidak diminum setiap hari atau lakukan konsultasi dengan dokter yang merawat.
• Buah mengkudu relatif aman dikonsumsi. Konsumsi oleh ibu hamil dan menyusui perlu berkonsultasi dengan dokter yang merawat.
*) Prof Dr apt Mangestuti Agil MS, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Kanal Kesehatan Prof Mangestuti