seseorang yang menyukai ketenangan
JawaPos.com - Di tengah dunia yang penuh notifikasi, musik latar, podcast, dan suara televisi yang terus menyala, ada sebagian orang yang justru merasa paling “hidup” ketika semuanya sunyi. Bagi mereka, keheningan bukanlah kekosongan—melainkan ruang kerja mental yang jernih.
Dalam psikologi kognitif, preferensi terhadap keheningan saat memecahkan masalah bukan sekadar soal selera. Penelitian menunjukkan bahwa pilihan ini sering berkaitan dengan gaya pemrosesan informasi, kapasitas atensi, serta struktur kepribadian tertentu. Konsep seperti deep work yang dipopulerkan oleh Cal Newport juga menekankan pentingnya minim distraksi untuk mencapai performa kognitif optimal.
Dilansir dari Silicon Canals pada Jumat (27/2), terdapat tujuh ciri kognitif yang sering dimiliki oleh orang-orang yang lebih menyukai keheningan saat berpikir.
Baca Juga: Orang yang Masih Menggunakan Kalimat Lengkap dalam Pesan Teks Memiliki 7 Ciri Kognitif yang Semakin Langka Menurut Psikologi
1. Kapasitas Konsentrasi Mendalam (Deep Focus)
Orang yang menyukai keheningan biasanya memiliki kecenderungan untuk masuk ke kondisi fokus intens dalam waktu lama. Mereka tidak sekadar berkonsentrasi—mereka “menyelam”.
Dalam kondisi sunyi, beban kognitif berkurang karena otak tidak perlu menyaring rangsangan suara yang tidak relevan. Ini memungkinkan mereka mengalokasikan lebih banyak sumber daya mental untuk:
Analisis kompleks
Penalaran logis
Pemecahan masalah bertahap
Mereka cenderung merasa terganggu bukan karena lemah fokus, tetapi karena sistem perhatian mereka bekerja sangat selektif dan sensitif terhadap distraksi.
2. Sensitivitas Sensorik yang Tinggi
Sebagian individu memiliki tingkat sensitivitas sensorik yang lebih tinggi. Dalam psikologi kepribadian, ini sering dikaitkan dengan konsep high sensitivity atau temperamen yang lebih reaktif terhadap stimulus lingkungan.
Suara latar—bahkan yang dianggap biasa oleh orang lain—dapat meningkatkan cognitive load. Otak harus terus memfilter suara tersebut, dan proses ini menguras energi mental.
Keheningan bagi mereka bukan kemewahan, tetapi kebutuhan agar sistem saraf tetap dalam kondisi optimal.
3. Pemrosesan Informasi Secara Reflektif
Dalam teori gaya kognitif, ada perbedaan antara pemikir reflektif dan impulsif. Individu reflektif cenderung:
Mempertimbangkan berbagai kemungkinan
Menguji asumsi internal

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
