
Ilustrasi seseorang yang sedang sedih dan mendengarkan lagu galau./Freepik.
JawaPos.com – Mengapa orang suka mendengarkan lagu galau meski bikin sedih?
Pertanyaan ini sering muncul karena banyak orang justru memilih playlist penuh nada sendu saat hati sedang rapuh.
Padahal secara logika, bukankah musik seharusnya membuat kita merasa lebih baik, bukan semakin tenggelam dalam kesedihan?
Fenomena ini ternyata cukup universal dan banyak dirasakan hampir semua orang.
Entah ketika baru putus cinta, sedang rindu seseorang, atau sekadar butuh waktu merenung, lagu galau seperti menjadi teman yang setia menemani perasaan kita.
Nada minor dan lirik penuh emosi seakan punya kemampuan untuk berbicara langsung ke dalam hati.
Riset menunjukkan, setelah mendengarkan musik melankolis, partisipan melaporkan mengalami emosi negatif sekitar 65% dari waktu, seperti kesedihan, melankolia, bahkan ketegangan.
Namun menariknya, 35% responden justru merasakan emosi positif, terutama berupa kelembutan dan nostalgia.
Artinya, meski dominan menghadirkan kesedihan, musik galau juga membuka ruang bagi perasaan hangat yang membuat pendengar merasa terhubung dengan diri mereka sendiri.
Lalu, apa sebenarnya alasan banyak orang tetap mencari dan menikmati lagu galau, meski tahu akan terbawa suasana?
Mari kita bahas lebih dalam melalui penjelasan berikut yang dilansir dari Psychology Today dan The National Highschool Journal of Science.
1. Nostalgia yang Manis-Pahit
