
Basarnas mengevakuasi puluhan mahasiswa terjebak di Gunung Konawe, Rabu (18/8). Humas Basarnas Kendari/Antara
JawaPos.com–Tim gabungan Basarnas Kendari berhasil mengevakuasi puluhan mahasiswa yang terjebak di Gunung Amonggedo, Desa Ulu Benua, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). Sebelumnya mereka melakukan pengibaran merah putih.
Kepala Basarnas Kendari Aris Sofingi mengatakan, para korban ditemukan saat hendak melewati aliran sungai kedua sekitar pukul 01.21 wita. ”Pada pukul 01.21 wita korban berhasil diketemukan pada saat akan menyeberangi aliran sungai yang kedua. Kondisi arus saat itu sudah memungkinkan untuk dilalui,” kata Aris seperti dilansir dari Antara di Kendari pada rabu (18/8).
Sebelumnya Basarnas Kendari menyampaikan, sekitar 30 orang mahasiswa pecinta alam terjebak di Gunung Amonggedo saat hendak kembali usai melakukan pengibaran merah putih dalam rangka memperingati HUT ke-76 Republik Indonesia.
Setelah dievakuasi dan dilakukan pendataan, lanjut Aris, jumlah korban tercatat sebanyak 36 orang. Mereka merupakan Komunitas Pencinta Alam Sampara (Kompas) yang sebagian besar berstatus mahasiswa.
”Seluruh korban yang berjumlah 36 orang berhasil dievakuasi dan tiba di posko bendungan Ulubenua dalam keadaan selamat,” ujar Aris.
Tim Basarnas Kendari sebelumnya berada di daerah Amonggedo pada pukul 21.50 wita dan melakukan koordinasi dengan unsur yang terlibat yakni Koramil Wawotobi, Polsek Pondidaha, BPBD Konawe, KPA Kompas Pencinta Alam Sampara, dan masyarakat setempat. Setelah melakukan penilaian (assesment) jalur evakuasi, Tim SAR gabungan memutuskan penjemputan dilaksanakan Rabu (18/8) pukul 06.00 wita mengingat kondisi jalur evakuasi yang tidak memungkinkan untuk memaksakan melewati tiga aliran sungai.
Namun, karena para korban ternyata telah berusaha kembali dan hendak melewati aliran sungai kedua, tim SAR gabungan lalu bergerek cepat membantu para pecinta alam itu. Para korban dilaporkan berada di lokasi itu sejak 16 Agustus untuk melaksanakan pengibaran bendera pada 17 Agustus.
Setelah melaksanakan pengibaran dan penurunan bendera, para mahasiswa tersebut tidak dapat kembali pulang akibat curah hujan yang tinggi sehingga aliran sungai meluap disertai arus yang deras. ”Evakuasi para korban berhasil dalam kondisi aman, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup, seluruh unsur yang terlibat di lapangan dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” kata Kepala Basarnas Kendari Aris Sofingi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022