Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Oktober 2025, 04.35 WIB

Monyet Liar di Tangsel Siap-siap Dibius Damkar, Pemkot Siapkan Anggaran

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie. (Muhtamimah/Jawa Pos) - Image

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie. (Muhtamimah/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akan menyiapkan anggaran khusus untuk pengadaan obat bius yang digunakan dalam penanganan kawanan monyet liar yang kerap berkeliaran di permukiman warga sekitar kawasan Puspiptek dan Serpong.

Langkah ini diambil menyusul meningkatnya keluhan warga atas gangguan satwa tersebut.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengatakan, pihaknya telah menindaklanjuti laporan masyarakat dengan melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangsel serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Banten. Sejumlah monyet liar bahkan sudah berhasil ditangkap.

Namun, proses penangkapan terkendala karena petugas belum memiliki perlengkapan bius yang memadai. "Sudah ditangani oleh damkar bekerja sama dengan BKSDA. Beberapa monyet sudah berhasil ditangkap, tapi memang kendalanya, damkar belum punya alat bius karena monyet itu cepat bergerak," kata Benyamin, Selasa (21/10).

Dia mengungkapkan, pihaknya berencana melengkapi peralatan tersebut agar penanganan di lapangan lebih efektif. Pemkot Tangsel saat ini sudah memiliki sejumlah sangkar penampungan berukuran kecil untuk sementara menampung monyet yang berhasil ditangkap.

"Kurang lebih ada 15 sangkar kecil yang sudah disiapkan. Kalau sudah tertangkap, nanti akan kami kembalikan ke BRIN karena diduga monyet-monyet itu berasal dari sana," jelasnya.

Terkait kebutuhan obat bius, Benyamin memastikan pengadaannya akan dimasukkan dalam anggaran tahun depan. Hal itu untuk mengantisipasi adanya monyet yang berkeliaran ke permukiman warga. 

"Akan kami ajukan untuk tahun anggaran depan. Takutnya kejadian seperti ini terulang, jadi kami harus siap," ujarnya.

Pemkot, lanjutnya, tidak akan mengajukan ke provinsi, tetapi akan menganggarkan secara mandiri melalui APBD Kota Tangsel. Sementara itu, dalam penanganan langsung di lapangan, Pemkot Tangsel masih akan mengandalkan bantuan teknis dari BKSDA Banten, yang memiliki kewenangan tersebut.

"Bantuan dari BKSDA itu sifatnya teknis, mereka punya keahlian dan peralatan khusus untuk penangkapan. Soal lokasi pelepasan nanti akan ditentukan oleh BKSDA, apakah dikembalikan ke BRIN atau ke balai penangkaran di Banten," terangnya.

Benyamin menambahkan, untuk jangka panjang, Pemkot Tangsel akan berkoordinasi dengan BRIN guna mengantisipasi peningkatan populasi monyet liar yang mulai merambah kawasan permukiman.

"Kami akan berkoordinasi dengan BRIN karena di sana banyak sumber makanan bagi monyet, seperti pohon buah-buahan. Harus ada langkah bersama untuk mencegah mereka turun ke pemukiman," imbuhnya. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore