Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Januari 2025, 23.20 WIB

Waspada! Banjir Rob Jakarta Diperkirakan Kembali Terjadi Hingga Akhir Januari

Warga beraktivitas saat banjir rob di Muara Angke, Jakarta, Senin (16/12/2024).  (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Warga beraktivitas saat banjir rob di Muara Angke, Jakarta, Senin (16/12/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

 
JawaPos.com - Warga pesisir Jakarta diminta mewaspadai terjadinya banjir rob mulai hari ini (23/1) hingga 30 Januari 2025. Hal itu sesuai dengan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok.
 
Kepala Pusat Data Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohammad Yohan menuturkan, rob terjadi akibat adanya fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fase bulan baru. Sehingga berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum yang bisa menyebabkan banjir rob di wilayah pesisir utara Jakarta.
 
Adapun wilayah yang diminta untuk waspada banjir rob ialah Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing dan Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, dan Kepulauan Seribu. 
 
 
"Diimbau agar dapat mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut yang berpotensi terjadinya banjir pesisir (Rob)," ujar Yohan, Kamis (23/1).
 
Yohan mengatakan, masyarakat dapat memantau informasi terkini mengenai gelombang air laut pada laman: bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut. Bila menemukan keadaan darurat yang membutuhkan pertolongan, segera hubungi Call Center Jakarta Siaga 112.
 
Diketahui, banjir rob pada akhir tahun lalu menyebabkan sejumlah wilayah di Jakarta Utara mengalami banjir. Bahkan, banjir bisa naik dan turun selama berhari-hari. 
 
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun menyatakan akan membangun tanggul mitigasi di beberapa titik guna meminimalisir banjir rob di Muara Angke, Pluit, Muara Baru, Sunda Kelapa, Marunda (Rumah Si Pitung) dan Jalan RE Martadinata. Pembangunan akan dikebut dikerjakan pada tahun ini.
 
 
"Tahun 2025 akan dibangun tanggul mitigasi yang sudah ada di beberapa wilayah sehingga, nantinya tanggul itu dapat membantu menangani masalah rob," ujar Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi beberapa waktu lalu.
 
Tanggul mitigasi dibangun beriringan dengan pembangunan tanggul laut atau Pengembangan Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara (PTPIN/NCICD) yang ditargetkan rampung pada tahun 2030.
 
"InsyaAllah (dengan adanya tanggul mitigasi) enam titik genangan ini bisa teratasi, rob yang sekarang terjadi mudah-mudahan bisa minimalisir. Walaupun ini namanya adalah tanggul mitigasi sampai kemudian tanggul NCICD-nya terbangun," kata Teguh.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore