Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Januari 2025, 20.39 WIB

Virus HMPV Sudah Masuk ke Indonesia, Dinkes DKI Jakarta Diminta Segera Bertindak

Sekretaris DPW PSI DKI Jakarta Elva Farhi Qolbina. (PSI DKI Jakarta for JawaPos.com) - Image

Sekretaris DPW PSI DKI Jakarta Elva Farhi Qolbina. (PSI DKI Jakarta for JawaPos.com)

 
JawaPos.com - Kementerian Kesehatan menyatakan Virus Human Metapneumovirus (HMPV), yang baru-baru ini merebak di China, dilaporkan telah ditemukan di Indonesia.
 
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Elva Farhi Qolbina meminta Dinas Kesehatan untuk segera memberikan arahan kepada warga Jakarta. Hal itu penting untuk mencegah kesalahpahaman masyarakat hingga menimbulkan keresahan.
 
“Kami menyadari bahwa HMPV bukan ancaman baru dan seperti dijelaskan Menteri Kesehatan, virus ini menyerupai flu biasa serta tidak mematikan. Meski demikian, kewaspadaan tetap dibutuhkan terutama bagi anak-anak rentan” ujar Elva, Selasa (7/1).
 
Himbauan kepada masyarakat diperlukan agar timbul kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan sedini mungkin. Pola hidup sehat seperti mencuci tangan serta penggunaan masker di tempat umum menjadi kunci pencegahan yang perlu disampaikan. 
 
Dengan demikian, masyarakat dapat melindungi diri dari potensi penularan tanpa berlebihan dalam merespons situasi.
 
“Edukasi harus fokus pada tindakan yang dapat dilakukan sehari-hari, seperti menjaga kebersihan, istirahat cukup, serta segera berkonsultasi dengan fasilitas kesehatan jika mengalami gejala,” tambahnya.
 
 
Elva mengingatkan bahwa terlepas status HMPV yang telah lama ada, perhatian khusus perlu diberikan kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu.
 
“Komunikasi dari Dinas Kesehatan sangat diperlukan untuk menjaga ketenangan masyarakat, memastikan mereka tetap waspada tanpa rasa cemas,” katanya.
 
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa Virus Human Metapneumovirus atau HMPV sudah lama ditemukan di Indonesia. Berbeda dengan Covid-19 yang merupakan virus baru, HMPV adalah virus lama. Sudah beredar ke seluruh dunia sejak 2001 silam. Karena itu, Budi meminta masyarakat tetap tenang dan waspada.
 
Menkes Budi menyatakan bahwa HMPV sudah lama dikenal oleh dunia medis.
 
"HMPV sudah lama ditemukan di Indonesia, kalau dicek apakah ada, itu ada. Saya sendiri kemarin melihat data di beberapa lab, ternyata beberapa anak ada yang terkena HMPV," ungkap Menkes Budi.
 
Berkaitan dengan pemberitaan meningkatnya kasus HMPV di Tiongkok, Budi menyampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar. Menurut dia, hal itu juga telah dikonfirmasi oleh pemerintah Tiongkok dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Menurut dia, peningkatan kasus flu biasa di negara empat musim seperti Tiongkok sering terjadi saat musim dingin.
 
”Saya sudah lihat datanya, yang naik di China itu virusnya bukan HMPV tapi melainkan tipe H1N1 atau virus flu biasa. HMPV itu ranking nomor tiga di China dari sisi prevalensi, jadi itu tidak benar,” jelas Budi.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore