
Kegiatan santunan kepada 500 anak yatim dan duafa di Jakarta Islamic Center, Sabtu (31/8). (PPIJ)
JawaPos.com–Sebagai mana anak-anak pada umumnya, anak-anak yatim mempunyai kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai bakat dan minatnya. Namun di tengah-tengah masyarakat, masih kerap muncul stigma negatif kepada anak-anak yatim.
Di antaranya dicap sebagai kelompok masyarakat yang lemah. Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ) berupaya menghapus stigma negatif terhadap anak-anak yatim itu.
Kepala Subdivisi Ziswaf PPIJ PPIJ Hanny Fitriah menyatakan, anak-anak yatim tetap harus berdiri tegak untuk meraih masa depan. ”Kita harus optimistis, harus tegak berdiri untuk meraih masa depan yang gemilang dan Allah yang akan memberikan jalan-Nya,” kata Hanny Fitriah dalam Santunan Yatim dan Duafa di Jakarta Islamic Centre (JIC) pada Sabtu (31/8).
Hanny mengatakan, stigma yang sering muncul adalah, anak yatim dianggap orang yang dianggap lemah. Sebab, tidak memiliki orang tua. Dia mengatakan pada momen peringatan kemerdekaan Indonesia, anak-anak yatim harus merdeka dari sikap tidak optimistis. Sebaliknya anak yatim harus jadi manusia yang kuat.
Sementara itu, kehadiran PJ Ketua PKK DKI Jakarta Mirdiyanti Heru diwakilkan kepada Dian Siti Nuraini. Dian menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan santunan yatim dan duafa tersebut. Dia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus PPIJ, karena sudah berupaya memberikan santunan kepada anak-anak.
”Kalian adalah anak-anak hebat, kalian tidak sendirian, kita disini bersama pengurus PPIJ insya Allah akan terus memberikan perhatian kepada kalian,” imbuh Dian.
Dian berpesan kepada anak-anak penerima santunan, supaya fokus belajar. Kemudian juga harus terus berbakti kepada orang tua yang selama ini mendampingi.
”Berbakti terus sampai kalian menjadi orang-orang hebat,” tandas Dian.
Pada kesempatan itu juga disampaikan PPIJ terus berupaya untuk memudahkan para dermawan berpartisipasi dalam kegiatan sosial. Sekaligus memudahkan dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedakoh. Di antaranya lewat peluncuran portal JICare. Layanan yang tersedia meliputi, infak pengadaan karpet Masjid JIC, zakat penghasilan, prasarana masjid, khitanan anak saleh, santunan yatim dan duafa, beasiswa sekolah, dan infak umum.
