
Selasa (4/4) menjadi sejarah baru di Amerika Serikat (AS). Untuk kali pertama mantan presiden AS menjadi terdakwa. Dia adalah Donald Trump.
JawaPos.com – Selasa (4/4) menjadi sejarah baru di Amerika Serikat (AS). Untuk kali pertama mantan presiden AS menjadi terdakwa. Dia adalah Donald Trump. Momen itu pun mendapat perhatian luas. Bahkan, media-media besar di AS meminta agar pengadilan bisa menyiarkan langsung sidang tersebut.
Sidang perdana untuk Trump itu digelar sekitar pukul 14.14 waktu setempat. Beberapa media besar yang berharap untuk dapat menyiarkan live sidang dengan terdakwa presiden ke-45 AS tersebut antara lain CNN, New York Times, dan Washington Post.
Media-media itu tidak hanya meminta hak penyiaran. Tapi juga agar hakim pengadilan distrik Juan Merchant membuka segel dakwaan terhadap Trump yang hingga kini detailnya masih belum jelas. Sumber hanya menyebutkan, ada lebih dari 30 dakwaan untuk Trump. Salah satunya memalsukan dokumen yang berkaitan dengan pembayaran.
”Hak akses berada pada puncaknya ketika untuk kali pertama dakwaan dijatuhkan kepada mantan presiden AS,” bunyi pernyataan tim pengacara yang mewakili media seperti dikutip The Guardian. Sejak Negeri Paman Sam berdiri, memang baru kali ini ada mantan presiden dijerat dengan dakwaan pidana.
Sementara itu, hasil survei CNN yang diterbitkan, 6 dari 10 penduduk setuju Trump didakwa karena memberi uang tutup mulut bintang film dewasa Stormy Daniels. Di kubu pendukung Demokrat, 94 persen setuju dan 71 persen merasa sangat setuju. Sebaliknya, di barisan Partai Republik, tidak setuju mencapai 79 persen dan 54 persen sangat tidak setuju. Lalu, di kelompok independen, yang setuju Trump didakwa mencapai 62 persen.
Dalam polling itu juga terungkap bahwa tiga perempat orang AS menyebut politik memainkan setidaknya beberapa peran dalam keputusan untuk mendakwa Trump. Sebanyak 52 persen responden merasa bahwa politik memainkan peran utama dalam kasus yang menjerat Trump.
Michael Cohen, mantan pengacara Trump, yakin bakal ada kekacauan total di pengadilan pada hari ini. ”Ini adalah ketakutan terburuknya, yaitu difoto, diambil sidik jarinya, dan disebut sebagai penjahat,” ujarnya.
Selama kampanye Trump pada Pilpres AS 2016 lalu, Cohen-lah yang melakukan pembayaran uang tutup mulut kepada bintang film dewasa Stormy Daniels. Kini, tujuh tahun kemudian, dugaan pemalsuan catatan pembayaran untuk itu serta peran Trump menjadi pusat dakwaan.
Rencananya, Cohen bakal bersaksi di depan dewan juri pada hari kedua. Cohen telah dipenjara atas kejahatan terkait Trump. Termasuk terkait dengan skandal pembayaran kepada Daniels tersebut.
(sha/c9/hud)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor Malaga vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Super Depor Bisa Curi Poin
Prediksi Skor Getafe vs Racing Santander di Liga Spanyol 2026/2027: Azulones Rawan Kecolongan!
Prediksi Skor Brighton & Hove Albion vs Aston Villa di Liga Inggris 2026/2027: Laga Berakhir Imbang!
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Groningen di Liga Belanda: Boeren Enggan Malu di Kandang!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Tak Hanya Jenderal TNI-Polri, Pengusaha Haji Isam Dikabarkan Dapat Tugas Tangani Karhutla di Kalsel
Prediksi Skor Rennes vs Paris Saint-Germain di Liga Prancis 2026/2027: Les Parisiens Bisa Kesulitan!
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Los Rojiblancos Diunggulkan!
