Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Januari 2025, 23.18 WIB

Kenapa Kebakaran di Los Angeles Bisa Sangat Cepat Menyebar? Ini Penjelasannya Menurut Ahli Iklim

SULIT DIKENDALIKAN: Foto udara memperlihatkan rumah-rumah yang terbakar dekat kawasan Pacific Palisades, Los Angeles (9/1). (JOSH EDELSON/AFP) - Image

SULIT DIKENDALIKAN: Foto udara memperlihatkan rumah-rumah yang terbakar dekat kawasan Pacific Palisades, Los Angeles (9/1). (JOSH EDELSON/AFP)

JawaPos.com - Kebakaran hebat di Los Angeles, California, Amerika Serikat, yang terjadi sejak 7 Januari 2025, mengejutkan publik internasional. Ini lantaran kebakaran tersebut menyebar sangat cepat dan meluas hingga menghanguskan puluhan ribu hektar area di Los Angeles.

Dilansir dari The Washington Post (10/1), laporan terbaru menunjukkan setidaknya ada 10 orang tewas dan 180.000 orang terpaksa mengungsi akibat kebakaran tersebut. 

Ada lima titik kebakaran besar di California Selatan, yang menyebabkan masifnya angka korban. Pertama yakni kebakaran di kawasan elite Pacifif Palisades, yang telah membakar 19.978 hektar area tersebut.

Kebakaran di area ini bahkan disebut sebagai salah satu kebakaran paling merusak dalam sejarah Los Angeles, tercatat, ada dua nyawa melayang akibat kebakaran di Palisades. 

Kedua,Kebakaran di area Eaton, yang membakar seluas 13.690 hektar area, dan telah menewaskan lima orang. Ketiga Kebakaran di area Kenneth, West Hills, yang memakan area seluas 960 hektar (update terakhir pada (10/1) sekitar pukul 12 dinihari waktu setempat). 

Keempat, Kebakaran di area Hurst yang menghaguskan sekitar 350 hektar, dan kelima Kebakaran di area Lidia yang menghanguskan sekitar 160 hektar.

Selain lima area tersebut, ada satu area yang juga terbakar, yakni area Sunset, namun dibandingkan lima area tersebut, penyebaran titik api tidak terlalu luas di Sunset yakni sekitar 20 hektar, menurut laporan dari ABC News. 

Menurut beberapa informasi dari kanal berita Amerika Serikat, angin kencang dan lanskap yang cenderung kering di area selatan California lah yang menyebabkan titik api sangat cepat menyebar.

Dilihat dari cuaca beberapa buan terakhir, area Los Angeles dan San Diego hanya menerima curah hujan kurang dari seperempat inci pada musim gugur dan musim dingin ini. Ditambah lagi, lanskap di daerah California Selatan sangat mudah terbakar karena kering akibat hujan tidak turun setelah musim kemarau panjang. 

Dilansir dari The Washington Post, menurut John Abatzoglou, seorang ahli iklim di University of California mengtakan bahwa lanskap yang kering, ditambah terjadinya badai angin Santa Ana membuat titik api jadi cepat membesar karena “dikipasi” oleh angin.   

"Lanskap yang kering akan menjadi bahan bakar api yang luar biasa, ini lantaran California Selatan belum mengalami hujan musim dingin, sehingga meninggalkan area yang mudah terbakar" tulis Jhon, kepada The Washington Post (9/1).

"Jika wilayah tersebut mendapat hujan yang mendekati normal pada musim gugur dan musim dingin ini, kita tidak akan menghadapi kebakaran ini." lanjut Jhon, menegaskan. 

Menurut Jhon, badai angin Santa Ana yang luar biasa kuat, juga turut andil dalam kebakaran hebat Los Angeles. Bahkan Jhon menyebutnya sebagai salah satu komponen pendukung yang dalam “resep bencana” kebakaran tersebut. Terutama, mengingat tingginya populasi di daerah hilir tempat kebakaran terjadi.

Jika curah hujan cukup, maka kekuatan angin Santa Ana yang biasanya meningkat pada bulan Oktober dan bertiup sepanjang musim dingin itu, tidak akan menimbulkan kebakaran hutan yang sangat besar.

Laporan terkini dari Climate Central menemukan bahwa California Selatan mengalami peningkatan dalam jumlah kebakaran sejak awal tahun 1970-an. Penelitian terkini lainnya menemukan bahwa kebakaran rata-rata disebabkan karena angin dari Barat bergerak lebih cepat dan membakar lebih banyak area setiap tahunnya. Ditambah lagi, karena vegetasi menjadi lebih kering sehingga api sangat mudah menyebar. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore