Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Januari 2025, 18.52 WIB

PM Kanada Justin Trudeau Mengundurkan Diri Setelah Memimpin 9 Tahun, Partai Liberal Siapkan Pemilihan Pemimpin Baru

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengundurkandiri setelah memimpin selama 9 tahun. (Reuters) - Image

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengundurkandiri setelah memimpin selama 9 tahun. (Reuters)

JawaPos.com – Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyatakan mundur dari jabatannya setelah memimpin selama sembilan tahun, imbas konflik internal di partainya, Partai Liberal.  

Dilansir dari BBC, Trudeau akan tetap menjabat hingga Partai Liberal memilih pemimpin baru. Selama proses tersebut, parlemen akan ditangguhkan hingga 24 Maret.

“Negara ini layak mendapatkan pilihan nyata dalam pemilu berikutnya. Jika saya harus bertarung dengan konflik internal, saya tidak bisa menjadi kandidat terbaik,” ujar Trudeau dalam konferensi pers, senin (1/6) waktu Kanada.

Popularitas Trudeau yang menurun di mata rakyat Kanada menjadi beban besar bagi Partai Liberal, terutama menjelang pemilu federal yang dijadwalkan tahun ini. Trudeau mengungkapkan bahwa ia membahas keputusan ini bersama anak-anaknya sebelum membuat pengumuman resmi.

Presiden Partai Liberal Sachit Mehra menyatakan bahwa rapat dewan direksi akan segera diadakan untuk memulai proses pemilihan pemimpin baru.

Dalam pernyataannya, Mehra memuji kepemimpinan Trudeau yang telah membawa kemajuan transformatif. Seperti manfaat anak Kanada, program kesehatan gigi, dan cakupan farmasi.

Pemimpin oposisi Konservatif, Pierre Poilievre, mengkritik keputusan ini sebagai langkah kosmetik. Ia menyebut seluruh anggota Partai Liberal tetap mendukung kebijakan Trudeau selama sembilan tahun terakhir.

Desakan dari dalam Partai Liberal meningkat setelah Wakil Perdana Menteri Chrystia Freeland mengundurkan diri pada Desember lalu. Ia mengkritik Trudeau karena tidak cukup tanggap terhadap ancaman tarif dari Presiden Terpilih AS Donald Trump.

Ancaman Trump untuk mengenakan tarif impor 25 persen pada barang Kanada menambah tekanan bagi pemerintah Trudeau, yang akhirnya mengumumkan langkah keamanan baru di sepanjang perbatasan AS-Kanada.

Trump mengklaim bahwa tekanannya terkait tarif memaksa Trudeau untuk mundur. Ia juga kembali melontarkan usul agar Kanada bergabung menjadi negara bagian ke-51 AS.

Setelah mundurnya Freeland, Trudeau kehilangan dukungan dari Partai Demokrat Baru yang sebelumnya bekerja sama dengan Liberal serta Bloc Quebecois.

Dalam beberapa bulan terakhir, oposisi Konservatif memimpin survei dengan margin dua digit, menunjukkan kemungkinan kekalahan besar bagi Partai Liberal jika pemilu diadakan sekarang.

Putra mantan Perdana Menteri Pierre Trudeau itu memimpin Kanada dengan visi progresif sejak 2015. Kepemimpinannya dikenal dengan kebijakan gender, rekonsiliasi dengan masyarakat adat, hingga legalisasi ganja.

Kepala Nasional Majelis Bangsa-Bangsa Pertama, Cindy Woodhouse Nepinak, memuji langkah Trudeau dalam menangani isu masyarakat adat. Meski ia menekankan masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.

Trudeau juga menghadapi skandal, termasuk kasus foto kontroversial “brownface” dan kebijakan wajib vaksin yang memicu protes besar seperti “Konvoi Kebebasan.”

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore