Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Januari 2025, 20.41 WIB

Hari Pembebasan Kamboja Diperingati Setiap 7 Januari: Akhir Rezim Khmer Merah dan Awal Era Baru

Ilustrasi perang Komboja. (Freepik) - Image

Ilustrasi perang Komboja. (Freepik)

JawaPos.com–Hari Pembebasan Kamboja, diperingati setiap 7 Januari, adalah peristiwa penting dalam sejarah Kamboja. Mengenang berakhirnya rezim Khmer Merah, yang merupakan masa yang buruk di bawah pemerintahan Pol Pot yang berlangsung dari 1975 hingga 1979, ditandai dengan pembunuhan brutal dan penderitaan yang mengerikan bagi rakyat Kamboja.

Majelis Nasional memilih memberhentikan Pangeran Sihanouk dari jabatannya sebagai kepala negara pada Maret 1970 saat dia mengunjungi Uni Soviet. Setelah itu, Lon Nol mengambil alih pemerintahan. Bingung dan terluka, Sihanouk mengunjungi Beijing dan disarankan Tiongkok untuk melakukan kudeta dengan mengambil alih pemerintahan front persatuan yang terisolasi.

Pemerintah menggunakan pasukan komunis Kamboja yang dipimpin Saloth Sar yang baru saja bertempur melawan pasukan Sihanouk beberapa hari sebelumnya dan akan bersekutu dengan Tiongkok dan Vietnam Utara.

Konflik baru terjadi antara Vietnam dan Kamboja setelah jatuhnya Phnom Penh dan Saigon pada April 1975. Meskipun Vietnam Utara dan Khmer Merah telah bertempur bersama sebelumnya, para pemimpin Kampuchea Demokratik tetap melihat Vietnam dengan kecurigaan karena mereka percaya bahwa komunis Vietnam terus berusaha untuk membentuk federasi Indocina dengan Vietnam sebagai pemimpinnya.

Karena itu, tidak lama setelah pemerintah Kampuchea mengambil alih Phnom Penh pada 17 April 1975, pemerintah memindahkan semua pasukan militer Vietnam Utara dari wilayah Kampuchea. Tentara Revolusioner Kampuchea (KRA) menyerbu pulau Phú Quốc di Vietnam pada 1 Mei 1975, hampir 24 jam setelah Saigon runtuh, dan mengklaim bahwa pulau tersebut secara historis merupakan bagian dari wilayah Kampuchea. Ini adalah bentrokan pertama antara kedua mantan sekutu ini.

Kecurigaan pribadi terhadap pemimpin Vietnam dan Kampuchea meningkat menjelang akhir tahun 1976, saat hubungan mereka secara terbuka diperbaiki. Sangat penting bagi Vietnam untuk mengambil alih Kampuchea dan Laos karena mereka adalah pendukung asli revolusi Marxis-Leninis di Asia Tenggara.

Vietnam Utara mendukung Khmer Merah selama perjuangan mereka melawan pemerintah Lon Nol dengan harapan komunis Kampuchea akan mengambil sikap pro-Vietnam setelah mereka mengalahkan Pathet Lao. Namun, harapan itu gagal pada awal tahun 1973 karena formasi Tentara Rakyat Vietnam (PAVN) yang beroperasi di wilayah yang diduduki Khmer Merah sering menjadi sasaran serangan bersenjata oleh sekutu-sekutu mereka. Setelah perang berakhir, posisi Vietnam di Kampuchea semakin lemah karena Partai Komunis Kampuchea tidak memiliki anggota yang pro-Vietnam.

Pemerintah Kampuchea menanggapi dengan menuntut Vietnam untuk memindahkan semua pasukan militernya dari wilayah yang disengketakan pada 18 Juni 1977. Mereka juga membuat zona demiliterisasi di antara kedua belah pihak.

Selama paro kedua 1978, para pemimpin Vietnam mencurahkan sebagian besar energi mereka untuk kampanye militer melawan pemerintah Khmer Merah, dengan mencari dukungan politik dari Uni Soviet. Dalam sebuah briefing dengan pejabat Kementerian Luar Negeri Vietnam pada 25 Juli 1978, Kuasa Usaha Soviet di Hanoi diberi tahu bahwa Pemerintah Kampuchea telah mengerahkan 14 dari 17 divisi militer reguler dan 16 resimen lokal di sepanjang perbatasan dengan Vietnam.

Kemudian, pada awal September 1978, Lê Duẩn menginformasikan kepada duta besar Soviet bahwa Vietnam bermaksud untuk menyelesaikan masalah Kampuchea secara menyeluruh pada awal 1979.

Mereka menang atas rezim Khmer Merah, yang runtuh oleh tentara Vietnam pada 1979. Pembebasan Kamboja mengorbankan banyak orang, menurut The Diplomat. Sekitar 1,7 juta orang Kamboja terbunuh.

Bagi Partai Rakyat Kamboja (CPP) yang dipimpin Perdana Menteri Hun Sen, 7 Januari tidak hanya dianggap sebagai Hari Pembebasan atau Hari Kemenangan tetapi juga sebagai ulang tahun kedua bagi rakyat Kamboja.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore