
Yati Pesek. (Instagram: dennisadishwara)
JawaPos.com - Seniman Yati Pesek mencuri perhatian publik luas setelah viral karena dirinya direndahkan oleh penceramah Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah dalam sebuah acara yang berlangsung sekitar dua tahun lalu.
Video lama tersebut kemudian diviralkan kembali oleh netizen karena ramainya video Miftah yang mengolok-olok pedagang es teh saat berceramah. Kejadian itu ebgitu viral di media sosial.
Dalam video Miftah yang merendahkan Yati Pesek, mantan Utusan Presiden itu menyebut kata-kata bajingan, lonte, dan payudara. Semua itu dialamatkan kepada Yati Pesek. Pernyataan Miftah tersebut kemudian mendapat kritikan dari banyak orang karena dianggap tidak menghormati seniman senior Yati Pesek.
Untuk mengetahui lebih dalam tentang Yati Pesek dan sepak terjangnya di industri hiburan, berikut profil Yati Pesek.
Profil Yati Pesek
Yati Pesek memiliki nama asli Suyati. Dia lahir di Jogjakarta pada 8 Agustus 1952 dari orang tua seniman. Dengan latar belakang keluarganya tersebut, Yati Pesek terjun ke dunia hiburan sejak usia dini.
Dia pun aktif di dunia kesenian sejak masih usia 7 tahun dipercaya untuk menari sebagai penampil pembuka dalam pertunjukan wayang orang.
Selain belajar menari dari sang ibunda, Yati Pesek juga belajar menari privat pada R. M. Joko Daulat, seorang guru tari dari Konservatori Karawitan Surakarta. Tak sampai disitu saja, dia juga mempelajari kesenian tari secara pada guru tari Jogjakarta bernama Basuki Koeswaraga.
Yati Pesek berkarier secara profesional di dunia seni sejak 1965 silam saat dia memutuskan bergabung dengan komunitas Wayang Orang Jati Mulya di Kebumen, bergabung dengan Ketoprak Mudha Rahayu Jogjakarta, dan join di kelompok Ketoprak Siswa Budaya dari Tulungagung pimpinan Siswanda HS.
Yati Pesek jadi dikenal banyak orang secara luas ketika tampil dalam program Sandiwara Jenaka KR di TVRI Jogjakarta pada 1980. Berkat popularitas dan kemampuan yang dimilikinya, sosoknya mencuri perhatian sejumlah sutradara untuk diajak bermain film.
Sejak 1982, Yati Pesek mulai bermain di sejumlah judul film. Beberapa diantaranya Serangan Fajar, Langitku Rumahku, Lawang Sewu: Dendam Kuntilanak,Wakil Rakyat, Ngebut Kawin, Penganten Pocong, Ayat-Ayat Adinda, Teluh, Mendung Tanpo Udan, dan lain lain.
Yati Pesek pun dikenal sebagai artis multitalenta. Karena selain bisa menari, main ketoprak dan wayang, Yati Pesek juga bisa menjadi sinden, jadi pembawa acara, hingga main film dan sinetron.
Saat perform di atas panggung, Yati Pesek kerap menggunakan logat dan budaya Jawa. Penampilannya pin sering kali diselipi humor membumi membuatnya dihormati masyarakat seni tradisional.
