
RATU LEBAG: Toim 1 berhasil keluar sebagai pemenang sesi foto grup sehingga mereka lolos dari eliminasi. Tiffany Jolie (paling kiri, duduk di kotak kayu) menjadi oeraih foto terbaik pekan ini. (Net.)
Indonesia’s Next Top Model (INTM) musim kedua dimulai. Kamis (4/11) lalu, episode perdananya mulai tayang di NET. Ke-18 model –lebih banyak daripada jumlah peserta musim sebelumnya (16 orang)– mulai bersaing untuk menjadi jawara. Sejumlah hal baru bakal bikin acara tambah seru.
---
BARU episode awal saja, INTM musim kedua sudah bikin bergidik sebagian penonton. Sebagai photo shoot pertama, ke-18 model diminta berfoto dengan ratusan lebah madu. Mengenakan gaun dan perhiasan, para model berpose bak ratu dari koloni lebah yang terbang dan mengerubungi mereka. Harus tetap anggun dan profesional meski beberapa kali disengat atau dihinggapi lebah.
Tentu saja beberapa model kewalahan karena harus menjaga konsentrasi meski dikelilingi lebah. Belum lagi mereka harus mendengar arahan dan teguran dari dua juri, aktris-model Luna Maya dan koreografer fashion Panca Makmun. Pada akhirnya, di episode kedua (5/11), perwakilan Jakarta Tiffany Jolie terpilih sebagai pemenang sesi foto perdana. Di sisi lain, model asal Surabaya Gisela Martha harus tereliminasi karena skor fotonya paling rendah.
Ada yang berbeda di INTM kali ini. Dua orang masuk ke jajaran juri tetap Luna dan Panca. Mereka adalah pemenang Asia’s Next Top Model (AsNTM) musim ketiga Ayu Gani dan desainer-presenter Ivan Gunawan. Sebelumnya, di INTM musim pertama, Gani dan Igun –sapaan akrab Ivan Gunawan– sempat menjadi juri tamu.
Dalam jumpa pers virtual Selasa (2/11) lalu, Gani dan Igun merasa senang bisa bergabung dengan tim juri tetap INTM. Selain karena sesuai dengan bidang mereka, bergabung dengan INTM memberi mereka kesempatan dalam menghasilkan talenta modeling Indonesia yang lebih berkualitas.
Gani dan Igun sudah punya kriteria. Gani sebagai model yang sudah pernah show di luar negeri ingin mencari pemenang dengan kualitas internasional. ’’Aku di sini, selain jadi juri, bakal jadi mentor untuk kasih masukan ke mereka terkait model dengan standar internasional,” kata Gani.
Sementara itu, Igun mencari sosok yang cocok dengan industri kreatif masa kini. Salah satunya, industri fashion. ’’Kebetulan sebagian peserta musim kedua ini pernah ikut fashion show koleksi saya. Saya mau cari yang paket lengkap,” kata Igun.
Dengan bergabungnya Gani dan Igun, proses pemilihan pemenang akan lebih ketat. Luna juga mengatakan bahwa akan ada konsep pemotretan, tantangan, dan penilaian baru untuk menguji mental serta kemampuan para model. ’’Jadi model itu nggak cuma dinilai dari pose atau ekspresi,” ujar Luna.
Apa yang disampaikan Luna langsung terlihat di episode II. Selain sesi pemotretan bersama lebah madu yang cukup menantang, para model harus menunjukkan kemampuan catwalk mereka sesaat sebelum eliminasi dalam runway challenge. Dengan waktu yang singkat, mereka harus bersiap dengan aksesori dari Jember Fashion Carnaval (JFC).
Set, lokasi, serta desain produksi, kata Igun, juga dibuat menarik. Contohnya, panggung catwalk challenge di episode II. Demikian pula busana dan aksesori yang dikenakan para kontestan saat pemotretan bersama lebah. Di cuplikan episode-episode lain, penonton bisa melihat para model didandani bak boneka marionette atau berpose sambil melayang dengan alat pengaman.
Persaingan para kontestan musim ini pun dinilai para juri cukup ketat. Para model senior tentu sudah punya banyak pengalaman yang akan membantu mereka dalam berkompetisi. Sebaliknya, para pendatang baru juga punya potensi besar.
Namun, kejutan pasti ada. Gani mengatakan bahwa saat acara berlangsung, banyak kontestan yang membuat juri atau penonton kaget dan terpukau. ’’Ada yang sudah senior, tapi pas kompetisi malah melempem. Ada yang masih baru, tapi sudah oke banget penampilannya,” jelas model dengan tinggi 173 cm itu.
Dari segi penampilan dan kemampuan, para peserta juga menunjukkan keberagaman. Ada yang menonjol di sesi catwalk. Ada yang menunjukkan performa apik saat pemotretan. Ada juga yang berbakat saat menjadi model iklan komersial. ’’Hasilnya bisa unpredictable banget. Kadang bagus, kadang jelek. Seru deh,” tandas Igun.
PESERTA INTM MUSIM KEDUA
JAKARTA: Helen Hiu, 21; Sitta Novita, 27; Evanny Wityo, 24; Sarah Tumiwa, 21; Peace Jemima, 18; Alfirda Alifia, 22; dan Tiffany Jolie, 27
SURABAYA: Audya Ananta, 22; Maria Yolanda, 24; Ni Made Chainia, 17; dan Gisela Martha, 22, tereliminasi di episode kedua
BALI: Marissa Lorilyn, 19
JOGJAKARTA: Ayu Nisa, 27, dan Faradina Amalia, 28
MEDAN: Tiffany Zhu, 24
BANDUNG: Aurel Vida, 17, dan Nita Oktarina, 22
PALEMBANG: Aziza Alhafiz, 22
