
Ayu Azhari merilis lagu Marhaban Ya Ramadhan dengan melibatkan Isabel Azhari, Lennon Azhari, dan Maryam Azhari./YouTube The Azhari
JawaPos.com - Umat Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia, akan segera merayakan bulan suci Ramadhan.
Sebelum berpuasa, banyak orang yang saling memaafkan. Menjelang bulan Ramadhan, sering mendengar orang mengucapkan kalimat "Marhaban ya Ramadhan" atau memposting update di media sosial.
Bagi umat Islam Indonesia, kata ini sepertinya sudah menjadi tradisi menjelang bulan puasa. Bulan suci yang selalu dirindukan umat Islam.
Ramadhan hanya tinggal hitungan beberapa hari, bukan waktu yang lama. Dengan demikian, bulan Syaban telah berakhir dan akan segera berakhir.
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2024 yang dikutip dari aceh.kemenag.go.id, tanggal 1 Ramadhan 1445 Hijriah jatuh pada 12 Maret 2024.
Baik persiapan fisik dengan mempercantik masjid atau mushola maupun kebutuhan saat puasa mendatang. Namun yang seharusnya lebih disiapkan adalah mental.
Dengan begitu banyak kemuliaannya, sudah sepantasnya kita menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh suka cita, sembari memanjatkan doa, melantunkan harapan, dan mengucapkan “selamat datang”.
Ya, mengucapkan “marhaban ya Ramadhan” (selamat datang bulan Ramadhan). Tentu, ucapan selamat datang akan kurang terserap hati jika tidak dibarengi doa.
Kata Marhaban Ya Ramadhan merupakan istilah yang telah menjadi trend oleh setiap muslim di Indonesia bahkan termasuk di negara lainnya untuk menyambut bulan suci Ramadhan.
Ucapan Marhaban Ya Ramadhan berasal dari bahasa Arab. Marhaban ya Ramadhan diartikan sebagai Selamat datang wahai bulan yang penuh berkah, ampunan, dan kasih sayang Allah.
"Marhaban ya Ramadhan, marhaban syahra as-Shiyam.” Selamat datang Ramadhan, selamat datang bulan puasa.
Demikianlah ungkapan orang-orang yang beriman kepada Allah SWT. Sebab, hanya mereka yang berimanlah yang gembira dengan datangnya bulan ramadhan.
Sebab, di bulan inilah, Allah SWT mewajibkan umat Islam untuk melaksanakan ibadah puasa selama sebulan penuh, yang dimulai dari terbit fajar, hingga terbenam matahari.
Dalam Al-Qur'an, kewajiban berpuasa, ditegaskan oleh Allah SWT dalam surah Al-Baqarah [2]: ayat 183. “Ya ayyuha al-ladzina amanu kutiba ‘alaikumu as-shiyam, kama kutiba ‘ala al-ladzina min qablikum la’allakum tattaqun.”. “Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian untuk berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu menjadi orang-orang yang bertakwa.” (QS Al-Baqarah [2]: 183). Istilah ini mengandung makna filosofis yang mendalam yaitu menunjukkan rasa gembira dan rasa syukur dengan datangnya sesuatu yang amat istimewa yang penuh barakah dan kemuliaan. Orang-orang arab ketika menyambut tamu kehormatannya, mereka selalu menyambutnya dengan menggunakan kata-kata Marhaban.
Hal ini menunjukkan bahwa tamu yang datang itu harus dihormati dan dimuliakan. Dikutip dari sajada.id
