Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 Juni 2023, 18.32 WIB

Hortensia, si Bunga Lima Warna Yang Cukup Disiram dan Ditaruh di Tempat Teduh

PERAWATAN MUDAH: Owner Kebun Binar Bumi Pandasurya Wijaya menunjukkan salah satu koleksi hortensia miliknya. Setiap hari tanaman ini cukup dijemur selama 30 menit. - Image

PERAWATAN MUDAH: Owner Kebun Binar Bumi Pandasurya Wijaya menunjukkan salah satu koleksi hortensia miliknya. Setiap hari tanaman ini cukup dijemur selama 30 menit.

Bunga hortensia dikenal karena keindahan warnanya. Bunga ini juga familier dengan nama bunga bokor atau bunga pancawarna. Kata panca yang berarti lima memang sesuai dengan metamorfosis bunga hortensia yang berubah warna sebanyak lima kali selama bertumbuh.

OWNER Kebun Binar Bumi Pandasurya Wijaya menjelaskan bahwa transformasi bunga hortensia dimulai dari hijau. Kemudian berubah menjadi putih, biru, ungu, sebelum akhirnya berwarna pink. ”Hortensia banyak diminati karena kecantikan warnanya. Dan, ia bunga yang mekar sepanjang waktu, termasuk malam sekalipun. Sebab, ada beberapa bunga yang kalau malam, kuncup,” ujarnya.

Merawat hortensia agar bisa sehat dan berbunga sejatinya tak sulit. Namun, memang ada beberapa hal yang wajib diperhatikan. Panda menyebutkan bahwa karakteristik hortensia lebih suka di tempat yang teduh. Karena itu, jika bunga diletakkan di tempat yang relatif terlalu panas, pertumbuhannya akan terganggu. ”Tempat teduh misalnya di bawah pohon atau di bawah atap,” bebernya.

Selanjutnya, hortensia juga tak boleh kekurangan asupan air. Tanaman tersebut suka disiram banyak air. Idealnya, hortensia disiram tiga kali sehari, yakni pagi, siang, dan sore. ”Kalau kurang siram, bunganya cepat layu. Kalau disiram lagi, bisa sembuh,” urai Panda.

Karakteristik hortensia yang menyukai tempat teduh membuat tanaman itu bisa menjadi salah satu pilihan sebagai hiasan indoor. Apalagi, pertumbuhan maksimal hortensia hanya setinggi 1 sampai 1,5 meter. Misalnya, ditempatkan di dekat jendela dalam ruangan. ”Asal paling tidak, tetap dijemur agar mendapat sinar matahari langsung. Misalnya, sehari dijemur 30 menit sampai satu jam pada pagi hari, itu seharusnya cukup,” ujar Panda.

PERAWATAN MUDAH: Owner Kebun Binar Bumi Pandasurya Wijaya menunjukkan salah satu koleksi hortensia miliknya. Setiap hari tanaman ini cukup dijemur selama 30 menit.

Menurut dia, kesalahan umum yang membuat hortensia gagal mekar adalah penempatan, pemupukan, dan asupan air. Biasanya pemilik tidak sadar area tempatnya terlalu panas. Hortensia yang habitat aslinya di dataran tinggi yang sejuk dan teduh pun akan kesulitan untuk bertumbuh. ”Selain itu, pemupukan. Kalau mau rajin berbunga, hortensia harus rajin dipupuk, bisa pupuk cair atau pupuk tabur,” tegas Panda.

Harga hortensia terbilang terjangkau. Panda menyebutkan, biasanya dirinya menjual dengan harga Rp 40 ribu–Rp 60 ribu per tanaman. Tanaman tersebut ditempatkan di media polybag dan sudah memiliki 2–3 bakal bunga. Hortensia cukup ampuh mempermanis sudut taman jika ditanam dalam jumlah yang cukup banyak. ”Satu saja sebenarnya juga bagus, tapi kalau banyak dan semuanya sedang mekar, akan terlihat lebih seru dan bagus,” bebernya.

Hortensia yang memiliki bentuk dan warna bunga mencolok, menurut Panda, akan cocok disandingkan dengan pohon yang lebih tinggi sekaligus berfungsi sebagai peneduh. Juga akan matching jika disandingkan dengan bunga-bunga yang tidak lebih tinggi daripada hortensia. ”Untuk tanaman sekitarnya, bisa cari yang lebih pendek. Misalnya, bromelia. Mereka mekarnya juga bagus, tapi memiliki ukuran yang lebih pendek,” lanjutnya. (agf/c7/ai)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore