
Catnip, tanaman herbal yang jadi favorit kucing (Pixabay)
JawaPos.com - Pencinta kucing pasti sudah kenal dengan tanaman herbal yang disebut catnip. Herbal itu masih satu keluarga dengan mint.
Mempunyai nama latin Nepeta cataria, senyawa nepetalactone yang dihasilkan oleh catnip dan tanaman bergenus Nepeta lainnya merupakan pemikat kucing yang ampuh. Tetapi, tidak semuanya terpengaruh. Sebab, sekitar sepertiga populasi kucing dunia tak memiliki gen yang membuat mereka tertarik pada senyawa tersebut.
Untuk manusia, catnip mempunyai khasiat menenangkan. Dilansir dari WebMD pada Minggu (5/1), daun catnip dapat diseduh menjadi teh untuk meredakan kecemasan, insomnia, asma, batuk pilek, kembung dan diare.
Tanaman catnip menyukai tempat dengan sinar matahari penuh, sehingga cocok untuk ditanam di iklim tropis seperti Indonesia, terutama di musim kemarau.
Tetapi perlu diperhatikan bahwa tanaman ini bukan asli Asia Tenggara, sehingga sebaiknya ditanam di area terbatas atau di pot agar tidak menjadi spesies invasif. Selain itu, bunganya juga harus sering dipotong agar tak menjatuhkan biji baru.
Berikut teknik dan cara menanam catnip dari biji:
1. Stratifikasi biji: Seringkali catnip dianggap susah ditanam atau “gagal tumbuh” karena bijinya memiliki cangkang yang keras. Dikutip dari Gardening Know How pada Minggu (5/1), cara menstratifikasi biji ialah dengan dimasukkan ke kulkas semalaman lalu direndam air biasa selama 24 jam.
2. Tabur benih ke media tanam yang berpasir atau gembur. Karena ukuran benih sangat kecil, tutup benih dengan tanah tipis-tipis saja agar tidak mempersulit kecambah mencapai permukaan.
3. Siram tanah dengan cara spraying agar tidak merubah posisi benih. Siram 1-2 hari sekali atau jika permukaan tanah tampak kering.
4. Kecambah baru mulai muncul setelah sekitar dua minggu. Ketika kecambah sudah cukup tinggi untuk dipindahkan, pisahkan jarak antar tumbuhan sejauh 50 cm.
Untuk mencegah tanaman rusak karena ulah si Meong, lindungi tanaman dengan kawat ayam. Bisa juga dengan menancapkan beberapa palang ke tanah dengan jarak rapat agar ia tidak bisa berbaring.
