JawaPos.com - Kabar mengenai produsen smartphone asal Tiongkok, Honor, untuk kembali memasuki pasar Indonesia semakin kencang saja. Terlebih, tiga ponselnya telah mengantongi sertifikat TKDN Kementerian Perindustrian (Kemenperin).
Seperti dilansir dari IT House, Honor mulai memasuki pasar Indonesia pada 6 Januari. Tujuannya untuk lebih memperluas wilayah bisnis globalnya.
Terlebih, sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia Tenggara, ekspansi di Indonesia akan terasa sangat penting bagi tata letak strategis global yang dimiliki Honor.
Dalam ekspansinya, Honor berencana meluncurkan sekitar 30 produk ke pasar Indonesia pada 2025, yang mencakup semua kategori smartphone, tablet, PC, dan perangkat wearable.
Diharapkannya, produk-produk pada batch pertama akan secara resmi diluncurkan pada 2025.
Tak hanya itu, Honor juga berencana membuka lebih dari 10 toko pada tahun pertama memasuki pasar Indonesia. Toko ini memberikan kesempatan kepada konsumen Indonesia untuk merasakan produk Honor secara dekat.
Selain itu, IT House mencatat masuknya Honor ke pasar Indonesia didasari oleh pertumbuhan Honor yang signifikan di pasar global. Data menunjukkan bahwa penjualan Honor di luar negeri menyumbang lebih dari 50 persen total penjualan pada Desember tahun lalu.
Angka ini juga sepenuhnya menunjukkan momentum perkembangan Honor yang kuat di luar pasar domestik Tiongkok. Pasar Indonesia akan menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan global Honor di masa depan.
Sebagai informasi, Honor pertama kali masuk Indonesia pada 2018 dengan strategi pemasaran online. Smartphone yang ditawarkan pun terjangkau dan memiliki spesifikasi yang mumpuni.
Segmen yang disasar adalah anak muda dan pengguna yang melek teknologi. Sejumlah produk yang sempat diluncurkan antara lain Honor 7A, Honor 7C, Honor 9 Lite, dan Honor View 10.
Namun, pada 2019 Honor memutuskan hengkang dari pasar Indonesia. Meski alasan tepatnya belum jelas, salah satu faktor terbesar yang diduga sebagai penyebabnya adalah sengitnya persaingan.