Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 Januari 2025, 00.06 WIB

Biayai APBN 2025, Pemerintah Terbitkan SUN Berdenominasi Dollar dan Euro

ILUSTRASI. Surat Utang. - Image

ILUSTRASI. Surat Utang.


JawaPos.com - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan telah resmi menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) dalam denominasi mata uang asing, yaitu US Dollar dan Euro.

Langkah ini bertujuan mendukung pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.

Dengan format SEC Shelf Registered, pemerintah menerbitkan SUN dalam nominal USD 2 miliar dan EUR 1,4 miliar. Rinciannya, SUN Seri RI0130 dengan tenor 5 tahun dan jatuh tempo pada 15 Januari 2030 diterbitkan senilai USD 900 juta.

Selain itu, SUN Seri RIEUR0133 dengan tenor 8 tahun dan jatuh tempo pada 15 Januari 2033 diterbitkan sebesar EUR 700 juta.

Pemerintah juga menawarkan SUN Seri RI0135 dengan tenor 10 tahun dan nilai USD 1,1 miliar, yang akan jatuh tempo pada 15 Januari 2035. Sementara itu, SUN Seri RIEUR0137 diterbitkan dengan tenor 12 tahun hingga 15 Januari 2037 dan nominal EUR 700 juta.

"Transaksi ini menandai keberhasilan pemerintah menerbitkan global bonds dengan format SEC Registered untuk keenam belas kalinya," tulis keterangan DJPPR dalam laman resminya, Jumat (10/1).

Penerbitan ini dilatarbelakangi oleh kondisi pasar yang dinamis serta prospek ekonomi global yang semakin menantang. Pembukaan transaksi dilakukan pada pagi hari sesi Asia, 8 Januari 2025, dan dilanjutkan dengan pengumuman untuk denominasi Euro saat pasar Eropa mulai beroperasi.

Hasilnya, penawaran SUN tersebut menarik minat besar dari investor global, menghasilkan total orderbook sebesar USD 6,1 miliar dan EUR 2,5 miliar. Dengan tingkat permintaan yang tinggi, pemerintah berhasil menurunkan tingkat imbal hasil untuk semua tenor.

Final yield SUN tenor USD 5 tahun dan 10 tahun ditetapkan masing-masing pada 5,300 persen dan 5,650 persen. Sedangkan untuk tenor EUR 8 tahun dan 12 tahun, final yield masing-masing sebesar 3,917 persen dan 4,251 persen.

Keberhasilan transaksi ini menjadi bukti kepercayaan investor global terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang kuat serta pengelolaan APBN yang solid. "Hasil penerbitan ini secara umum akan digunakan untuk pembiayaan APBN tahun 2025," tambah DJPPR dalam keterangannya.

Selain itu, pemerintah memandang tingginya minat dari investor global sebagai dukungan berkelanjutan terhadap stabilitas dan prospek ekonomi Indonesia. Hal ini diharapkan dapat terus memperkuat keuangan negara di tengah dinamika pasar global yang terus berubah.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore