
SAPA PEMILIH: Yuni Sri Rahayu (berjilbab oranye) saat berkampanye dari pintu ke pintu untuk pencalonannya sebagai anggota DPRD DKI Jakarta. Yuni bertarung di dapil DKI Jakarta 7.
Bila tidak bisa menemui pemilih secara langsung, Yuni bersama serikatnya gencar berkampanye lewat media sosial. Itu pun sebenarnya tak mudah bagi Yuni. Tidak jarang muncul komentar yang menyudutkan atau bahkan meremehkan.
”Jujur saja, awalnya sampai kena mental. Tapi, karena dorongan teman-teman PRT, dan aku juga mikir kalau nggak semua paham, nggak semua tahu aku. Makanya maju terus,” katanya.
Kini ibu empat anak itu pasrah dengan hasil akhirnya. ”Menang atau nggak, saya nggak terlalu ambil pusing. Saya juga masih kerja. Walaupun nggak menang, saya juga nggak stres mikirin dana yang habis berapa. Karena saya, jujur saja, mimpi jadi caleg juga nggak,” imbuhnya.
Yuni hanya berharap ada caleg terpilih yang mau memperjuangkan isu diskriminasi PRT serta perlindungan sosial untuk anak dan perempuan. ”Seandainya saya nggak menang, (semoga) isu yang saya mau sampaikan ada yang memperjuangkan, kalau terpilih alhamdulillah. Terpilih atau nggak, saya tetap aktif advokasi, khususnya pekerja rumah tangga,” jelasnya. (*/c9/byu)
