
DCDC Pengadilan Musik. (Istimewa)
JawaPos.com–DCDC Pengadilan Musik kembali mengadili sejumlah musisi yang bikin ulah dengan karya musik mereka. Di edisi ke-62 kali ini, giliran Givani Gumilang, Poppy Sovia, Ivan Fanny, dan Iksan Skuter, yang dimintai pertanggungjawaban karena berani keluar dari zona nyaman.
Agus Danny Hartono, perwakilan DCDC mengatakan, keempat musisi tersebut diadili karena memiliki daya tarik dan keunikan masing-masing. Namun, mereka juga dianggap berani menantang arus dan melahirkan karya yang inovatif.
”Kami memanggil empat orang terdakwa sekaligus. Satu kesamaannya, mereka semua punya keberanian untuk keluar dari zona nyaman baik sebagai musisi, aktris, atau content creator,” kata Danny lewat keterangan tertulis, Senin (3/3).
Misal Givani atau Gege yang memutuskan untuk solo karir di saat namanya sebagai vokalis Scimmiaska tengah naik daun. Budi Dalton dan Pidi Baiq yang didapuk sebagai jaksa penuntut umum langsung mencecar Gege.
Sebab setelah hengkang dari Scimmiaska, dia juga membentuk grup musik baru bernama Pinky Wicky. Gege menuturkan bahwa di Scimmiaska tidak bebas mengekspresikan diri lewat eksplorasi musik yang liar.
”Saya seperti tidak menemukan sesuatu yang saya cari. Makanya saya keluar baik-baik. Sekarang saya bisa berkarya lebih maksimal, punya dua lagu dengan unsur budaya Sunda. Salah satunya, Elit Tapi Sulit,” papar Gege.
Selanjutnya, terdakwa Poppy. Sebelum aktif di industri musik seperti, dia lebih dulu dikenal dengan karya aktingnya di sejumlah film. Keramat (2009), salah satunya. Di proyek garapan sutradara Monty Tiwa itu, Poppy juga merilis original soundtrack berjudul Beda.
Lalu, juga menciptakan sekaligus menyanyikan Rainbow Warrior dan melahirkan karya kolaborasi bareng Slank dengan judul Kupu Biru. Terbaru, Poppy sedang mengerjakan proyek musik bersama geng motor perempuannya, bernama Cantik Berisik.
”Kami sudah beberapa kali diminta mengisi acara musik oleh beberapa teman. Nah, saat ini masih menulis beberapa lirik lagu dan semoga bisa segera rilis,” beber dia.
Meski begitu, Poppy memastikan bahwa dirinya tidak akan meninggalkan dunia film. ”Saya masih terus berkarir di industri film, tapi saya juga masih menjalankan hobi bermusik,” jelas dia.
Poppy juga bakal berkolaborasi dalam sebuah pertunjukkan musik bersama terdakwa ketiga, Ivan yang berprofesi sebagai content creator. Punya hobi main drum, Ivan sering membuat video cover lagu.
Pada akhir September 2024, dia juga sempat sepanggung bareng Last Child di event Pestapora. Sementara itu, terdakwa keempat Iksan yang akhirnya bangkit setelah Putih Band bubar pada 2010.
Iksan kini menjadi anggota grup musik Trio Lesehan bersama Jason Ranti dan Bagus Dwi Danto. Belum lama ini, mereka merilis single Siapa yang Tak Pernah. Baginya, musik merupakan ungkapan dan keinginan hati yang bersifat universal.
Bisa ditujukan kepada seseorang, masyarakat, atau pemimpin negara. Melalui persidangan DCDC Pengadilan Musik ini, terungkap bahwa keempat musisi tersebut punya rencana untuk meneror para pecinta musik.
Mereka bakal tampil dengan konsep kolaborasi di program DCDC Soul & Vibe of Ramadhan dan juga DCDC Ngabuburit Campus selama Bulan Ramadhan. Di antaranya, Givani Gumilang x Pinky Wicky, Poppy Sovia x Cantik Berisik featuring Ivan Fanny bakal hadir di kota-kota besar dalam DCDC Soul & Vibe of Ramadhan. Sedangkan Trio Lesehan akan lebih banyak berkunjung bersama DCDC Ngabuburit Campus mulai 5 - 26 Maret 2025.
