Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Oktober 2026 | 14.34 WIB

Minyak Brent Tembus USD 106 per Barel, Konflik Timur Tengah Memanas

Ilusttrasi harga minyak dunia. (Pexels/Ganesh Ramsumair) - Image

Ilusttrasi harga minyak dunia. (Pexels/Ganesh Ramsumair)

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia kompak hijau atau naik pada perdagangan Rabu (14/10) pagi seiring memanasnya kembali pertempuran antara Arab Saudi dan Houthi Yaman, yang memicu kekhawatiran lebih besar atas gangguan pasokan di Timur Tengah.

Harga minyak mentah secara umum melampaui ekspektasi peningkatan pasokan dari kesepakatan pasokan diesel AS-Rusia baru-baru ini, sementara berlanjutnya permusuhan Rusia-Ukraina, meski Presiden AS Donald Trump mengklaim adanya gencatan senjata, turut menopang harga minyak.

Melansir Investing pada pukul 07:20 WIB, kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 0,81 poin atau 0,76 persen ke level 106,50 dolar per barel atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga yang diperdagangkan Selasa (13/10) pagi sebesar 105,89 dolar per barel. 

Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 0,72 poin atau 0,76 persen ke level 94,87 dolar per barel atau lebih rendah jika dibandingkan dengan harga yang diperdagangkan Selasa (13/10) pagi sebesar 93,15 dolar per barel.

Sementara itu, Houthi Yaman yang didukung Iran melancarkan gelombang serangan rudal ke Arab Saudi pada Selasa, menargetkan kota-kota besar serta fasilitas perusahaan milik negara Saudi Aramco.

Serangan tersebut membuat otoritas Saudi menutup bandara internasional Riyadh setidaknya selama satu minggu.

Houthi meningkatkan serangan mereka terhadap Arab Saudi pada awal Oktober atas dukungan kerajaan tersebut kepada pasukan pemerintah dalam perang saudara Yaman yang kembali memanas.

Serangan mereka terhadap fasilitas Saudi Aramco dan kapal-kapal di Laut Merah menjadi titik kekhawatiran utama bagi pasar, mengingat hal tersebut berpotensi semakin mengganggu pasokan minyak dari Timur Tengah.

Trump pekan lalu menyampaikan kepada wartawan bahwa Washington mungkin akan bergabung dengan Arab Saudi dalam menyerang Houthi, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik lebih lanjut.

Pengiriman melalui Selat Hormuz juga tetap terbatas setelah laporan pekan ini menunjukkan lebih banyak kapal yang terkena rudal saat mencoba melintasi jalur perairan tersebut.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore