
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Dolar Asia, Jakarta. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan Jumat (16/10), setelah sebelummya ditutup melemah sebesar 35 poin menjadi Rp 17.938 per dolar AS pada perdagangan Kamis (15/10).
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen dalam dan luar negeri.
"Untuk perdagangan (16/10) mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.930 - Rp 18.990,” ujar Ibrahim keterangan yang diterima, Jumat (16/10).
Ibrahim mengatakan, sentimen eksternal yang akan mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah adalah rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat (AS) bulan September naik 0,6 persen secara bulanan, sesuai ekspektasi dan meningkat dari kenaikan 0,4 persen pada bulan Agustus.
Inflasi utama tahunan naik menjadi 3,7 persen dari 3,4 persen, melampaui perkiraan 3,6 persen. Sementara CPI inti, yang tidak mencakup harga makanan dan energi, naik 0,3 persen secara bulanan, melampaui ekspektasi 0,2 persen dan menyamai laju bulan Agustus.
Tingkat inflasi inti tahunan juga naik menjadi 2,6 persen dari 2,4 persen, juga di atas perkiraan 2,5 persen.
Ibrahim mengatakan, kenaikan harga bensin, solar, dan pangan mendorong inflasi utama, semenatar CPI inti naik akibat peningkatan biaya tempat tinggal, sewa setara pemilik (owner-equivalent rent), rekreasi, dan pendidikan, serta lonjakan harga mobil dan truk bekas.
"Fokus pasar hari ini adalah rilis Indeks Harga Produsen (PPI), data Penjualan Ritel, klaim awal tunjangan pengangguran, serta sejumlah pidato lanjutan dari pejabat The Fed,” ujarnya.
Sementara itu, dari dalam negeri Pasar saham indonesia menghadapi tekanan menjelang evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada November 2026.
Bobot Indonesia dalam MSCI Emerging Markets diperkirakan hanya sekitar 0,43 persen pada akhir September, sementara investor mencermati risiko penurunan klasifikasi pasar, kelanjutan pembekuan saham, dan perkembangan reformasi pasar modal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022