Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Oktober 2026 | 00.59 WIB

Transformasi BUMN di Era Danantara, Billy Mambrasar Ingatkan Perlindungan Dana Pensiunan

Sekretaris Komite Tata Kelola Dewan Komisaris PT Taspen (Persero) Billy Mambrasar (kiri). (Istimewa) - Image

Sekretaris Komite Tata Kelola Dewan Komisaris PT Taspen (Persero) Billy Mambrasar (kiri). (Istimewa)

JawaPos.com - Transformasi badan usaha milik negara (BUMN) di era Danantara Indonesia perlu tetap memperhatikan perlindungan dana pensiunan. Penguatan tata kelola dan pengawasan risiko dinilai penting untuk memastikan pengelolaan dana berjalan secara hati-hati serta menjaga keberlanjutan pembayaran manfaat kepada peserta.

Sekretaris Komite Tata Kelola Dewan Komisaris PT Taspen (Persero) Billy Mambrasar menekankan bahwa transformasi perusahaan negara diiringi penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan manajemen risiko yang kuat. Hal ini menjadi perhatian penting bagi Taspen yang mengelola program pensiun dan jaminan sosial bagi aparatur sipil negara (ASN).

“Saya melihat terdapat peluang besar untuk membangun sinergi pengetahuan dan praktik tata kelola antara Taspen dan Danantara. Taspen memiliki pengalaman dalam pengelolaan program pensiun jangka panjang, sementara Danantara membawa perspektif transformasi investasi dan pengelolaan aset berskala nasional. Pertemuan kedua perspektif ini dapat memperkuat kualitas pengawasan dan pengambilan keputusan yang berbasis risiko,” kata Billy dalam Rakernas PT TASPEN (Persero) 2026 di Jakarta dikutip Selasa (13/10).

Rakernas PT TASPEN (Persero) 2026 berlangsung di Jakarta pada pekan lalu (5-6 Oktober). Dalam kegiatan tersebut, TASPEN juga menyelenggarakan TASPEN GRC Insight Forum 2026 yang membahas tata kelola, risiko, dan kepatuhan di tengah transformasi BUMN.

Sebagai konteks, Taspen melaporkan skor Good Corporate Governance (GCG) sebesar 99,191 dengan predikat sangat baik serta hasil penilaian kematangan GRC pada level Proactive. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat tata kelola, tetapi perlindungan dana dan pemenuhan hak peserta tetap menjadi aspek utama dalam pengelolaan program pensiun.

Menurut Billy, karakteristik pengelolaan dana pensiun yang berorientasi jangka panjang membutuhkan pengawasan berkelanjutan dan mitigasi risiko investasi. Karena itu, setiap upaya memperkuat sinergi antarlembaga dalam transformasi BUMN tetap perlu memperhatikan mandat serta karakteristik masing-masing perusahaan.

Billy menilai pengalaman Taspen dalam mengelola program pensiun dapat menjadi salah satu bekal untuk berbagi praktik tata kelola dengan Danantara. Kolaborasi tersebut berpotensi mencakup pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas pengawasan, pengelolaan risiko investasi, serta penguatan sistem kepatuhan

Dia juga mengingatkan bahwa pengawasan perusahaan seharusnya tidak hanya berorientasi pada pemenuhan administrasi. Sistem pengendalian perlu mampu mengenali dan mencegah risiko sejak dini agar tidak menimbulkan dampak terhadap perusahaan maupun peserta program.

Pengawasan berbasis risiko, transparansi pengelolaan investasi, penguatan sistem antisuap, dan pemanfaatan teknologi menjadi sejumlah bidang yang menurut Billy dapat dikembangkan untuk mendukung tata kelola BUMN. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat pengambilan keputusan sekaligus menjaga kepercayaan publik.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore