Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Oktober 2026 | 16.40 WIB

Harga Emas Dunia Berpotensi Tembus USD 4.340 per Troy Ounce Pekan Depan

Ilustrasi emas batangan. (Istimewa) - Image

Ilustrasi emas batangan. (Istimewa)

JawaPos.com - Harga emas dunia diperkirakan masih berfluktuasi dengan kecenderungan menguat pada perdagangan pekan depan.

Pengamat Ekonomi dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan tersebut dipengaruhi ketidakpastian kondisi global serta permintaan emas dari bank sentral berbagai negara untuk memperkuat cadangan devisa.

Ia menyebut, secara teknikal, harga emas dunia ditutup menguat di level USD 4.194 per troy ounce. Pada perdagangan pekan depan, harga emas diproyeksikan bergerak dengan level support di USD 4.021 per troy ounce dan resistance di USD 4.340 per troy ounce.

Jika mengalami koreksi, harga emas dunia diperkirakan menguji level support pertama di USD 4.004 per troy ounce.

Sementara itu, apabila kembali menguat, harga emas berpotensi menguji resistance pertama di USD 4.257 per troy ounce sebelum menuju level USD 4.340 per troy ounce.

“Sehingga dalam pekan depan harga emas dunia rangenya supportnya di USD 4.021 per troy ounce. Kemudian resistennya di USD 4.340 per troy ounce,” ujar Ibrahim dalam pesan suara yang diterima, Minggu (11/10).

Ibrahim mengatakan, berdasarkan data yang disampaikan narasumber, pembelian emas oleh bank sentral global mencapai 170 ton hingga Agustus 2026. Sementara itu, bank sentral Tiongkok disebut menambah cadangan emas sebanyak 39 ton pada Agustus 2026.

Ia menilai, penambahan cadangan tersebut merupakan bagian dari strategi pengelolaan portofolio jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap aset berbasis dolar AS.

Menurutnya, ketidakpastian politik global diperkirakan masih berlanjut dalam beberapa tahun mendatang. Kondisi tersebut berpotensi mendorong bank sentral kembali meningkatkan pembelian emas ketika harga mengalami koreksi.

“Tujuannya adalah untuk strategi pengelolaan portofolio secara jangka panjang di tengah kepastian kondisi pasar yang tak menentu dan mengganti portofolionya dari dolar menjadi logam mulia,” ungkapnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore