
Ilustrasi mengatur keuangan dalam keluarga butuh keseimbangan
JawaPos.com - Wabah Pandemi Covid-19 mengajarkan kita betapa pentingnya pengelolaan pendapatan untuk menjaga stabilitas keuangan dalam kehidupan uang serba tak pasti. Pendiri dan Ketua Indonesia Financial Advisor Comunity Vicko Hadian mengatakan, banyak pelajaran yang dapat diambil dari masa pandemi ini agar tak ikut menyerang ekonomi keluarga.
Ke depannya, keluarga harus mulai untuk disiplin dalam pengelolaan dana penghasilan. Dimulai dari pengelolaan arus kas, dana darurat, hingga manajemen risiko.
“Ekonomi rumah tangga adalah sektor rawan. Banyak yang ngga menyangka ini akan terjadi. Sebelum pandemi banyak gaya hidup hedon,” ujarnya saat diskusi bersama JawaPos.com, Jumat (8/1).
1. Pengelolaan Pendapatan
Ilmu perencanaan keuangan mudah tapi pelaksanaannya susah. Lakukan pos pendapatan untuk kebutuhan dan gaya hidup maksimal 45 persen, pos hutang diperbolehkan, namun tak lebih dari 35 persen dari pendapatan. Selanjutnya, sedekah 2,5 persen, dan untuk masa depan dan asuransi sebesar 10 persen.
“Di 2021 pasti punya tujuan, tentukan tujuan jangka panjang atau pendek. Hutang dan kondisi keuangan bagaimana ? kalau kurang baik di rebudgeting mana yang ngga penting pilih. Pilih prioritas dan tak prioritas. Jalani cash flow, cek 3 bukan buat monitoring,” ucapnya.
2. Dana darurat
Dana darurat memenuhi 3 hingga 12 bulan pendapatan. Dana tersebut harus ada di rumah dan mudah untuk di cairkan segera. Sehingga ada baiknya bonus dan pendapatan tak terduga ditempatkan pada pos dana darurat. Karena dana darurat akan menolong kita dari situasi tak terduga.
3. Membeli Produk Asuransi
Asuransi merupakan hal yang sangat penting untuk melindungi keuangan keluarga dan melindungi penghasilan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Asuransi terbagi dalam asuransi kesehatan yaitu rawat inap dan penyakit kritis yang dapat pengcover penghasilan saat tulang punggung tak dapat bekerja. Kemudian asuransi jiwa yang dapat melindungi keluarga setelah tiada.
Sementara, Regional Chief Agency Officer Avrist Insurance Ainun Wulandari mengatakan, yang menjadi persoalan inti pentingnya pembelian asuransi adalah mencegah resiko terganggunya keuangan keluarga terhadap kondisi yang tidak diinginkan.
“Resiko kita ngga tau kapan dan dimana. Dengan asuransi kesehatan memungkinkan kita anggota keluarga dapat perawatan terbaik tanpa mengganggu cash flow keuangan keluarga,” ucapnya.
Adapun tips memilih produk asuransi diantaranya, memilih asuransi sesuai kebutuhan, misalnya lebih banyak berobat di Indonesia saja atau ke luar negeri, dan melihat rekanan RS. Selain itu, alokasi premi harus 10 persen dari pendapatan bulanan atau tahunan.
“Tips manfaat memilik Askes memberikan rasa tenang, mengatur pengeluaran, mendapatkan pelayanan yang kayak, tidak merepotkan orang lain, dan terhindar dari meninggal dini,” tutupnya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
