Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 Maret 2026, 13.32 WIB

Orang-Orang yang Diberi Tanggung Jawab Besar Sejak Kecil Hampir Selalu Tumbuh Dewasa dengan 8 Perilaku Ini Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang diberi tanggung jawab paling besar (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang diberi tanggung jawab paling besar (Freepik)

JawaPos.com - Tidak semua masa kecil diisi dengan kebebasan bermain, rasa aman, dan dukungan tanpa syarat. Sebagian orang justru tumbuh dalam kondisi di mana mereka harus “dewasa lebih cepat.” Mereka mungkin menjadi penopang keluarga, menjaga adik-adik, atau bahkan menjadi tempat bergantung bagi orang tua mereka sendiri.

Dalam psikologi, fenomena ini sering dikaitkan dengan parentification—situasi ketika seorang anak mengambil peran orang dewasa sebelum waktunya. Meskipun pengalaman ini bisa membentuk individu yang kuat dan tangguh, ada pola perilaku tertentu yang hampir selalu muncul saat mereka beranjak dewasa.

Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (24/3), terdapat 8 perilaku yang sering terlihat.
 
Baca Juga: 6 Ciri Kepribadian Ini Dimiliki oleh Orang yang Terus-terusan Dibandingkan dengan Saudaranya yang Lebih Tua, Apa Saja?

1. Terlalu Bertanggung Jawab terhadap Segala Hal

Orang yang sejak kecil memikul tanggung jawab besar cenderung merasa bahwa mereka harus mengendalikan semuanya. Mereka sulit “melepaskan” sesuatu karena terbiasa menjadi pihak yang memastikan semuanya berjalan dengan baik.

Dalam banyak kasus, mereka bahkan merasa bersalah ketika tidak melakukan apa-apa. Istirahat terasa seperti kemewahan, bukan kebutuhan.

2. Sulit Meminta Bantuan

Karena terbiasa menjadi “yang diandalkan,” mereka jarang merasa nyaman meminta bantuan. Ada keyakinan bawah sadar bahwa mereka harus mampu menyelesaikan semuanya sendiri.

Hal ini sering membuat mereka terlihat kuat dari luar, tetapi sebenarnya kelelahan secara emosional di dalam.

3. Sensitif terhadap Kebutuhan Orang Lain

Salah satu sisi positifnya, mereka biasanya memiliki empati yang sangat tinggi. Mereka peka terhadap perubahan emosi orang lain dan cepat menyadari ketika seseorang sedang membutuhkan bantuan.

Namun, sensitivitas ini kadang membuat mereka mengabaikan kebutuhan diri sendiri.

4. Perfeksionisme yang Tinggi

Kesalahan sering terasa “tidak boleh terjadi.” Sejak kecil mereka mungkin belajar bahwa kegagalan membawa konsekuensi besar, sehingga mereka tumbuh dengan standar yang sangat tinggi terhadap diri sendiri.

Perfeksionisme ini bisa mendorong kesuksesan, tetapi juga memicu stres dan kecemasan.

5. Kesulitan Menikmati Masa Kini

Mereka sering terjebak dalam pola pikir “apa yang harus dilakukan selanjutnya.” Pikiran selalu sibuk dengan tanggung jawab, rencana, atau potensi masalah.

Akibatnya, menikmati momen sederhana bisa terasa sulit.

6. Kecenderungan Menjadi “People Pleaser”

Karena terbiasa memenuhi kebutuhan orang lain sejak kecil, mereka sering menempatkan kebahagiaan orang lain di atas diri sendiri.

Mereka takut mengecewakan orang lain, sehingga sering berkata “ya” meskipun sebenarnya ingin berkata “tidak.”

7. Mandiri Secara Ekstrem

Kemandirian mereka bukan sekadar pilihan, melainkan hasil dari keadaan. Mereka belajar sejak dini bahwa tidak selalu ada orang yang bisa diandalkan.

Namun, kemandirian yang ekstrem ini kadang berubah menjadi kesulitan membangun hubungan yang sehat karena sulit percaya atau bergantung pada orang lain.

8. Kekuatan Mental yang Tinggi (Resiliensi)

Di balik semua tantangan, ada satu hal yang sangat menonjol: ketahanan mental. Mereka terbiasa menghadapi tekanan, menyelesaikan masalah, dan tetap berjalan meski keadaan sulit.

Ini membuat mereka sering terlihat “kuat,” bahkan dalam situasi yang membuat orang lain kewalahan.

Penutup

Tumbuh dengan tanggung jawab besar sejak kecil adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, pengalaman ini membentuk pribadi yang tangguh, mandiri, dan penuh empati. Namun di sisi lain, ada beban emosional yang sering tidak terlihat.

Memahami pola-pola ini bukan untuk menyalahkan masa lalu, melainkan untuk menyadari bahwa tidak semua kekuatan harus datang dari tekanan. Belajar menyeimbangkan tanggung jawab dengan perawatan diri adalah langkah penting menuju kehidupan yang lebih sehat secara emosional.

Karena pada akhirnya, bahkan orang yang paling kuat pun tetap butuh ruang untuk beristirahat.
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore