
When The Dancers Stay at Home, karya Sunaryo. (REPRO: ALFIAN RIZAL/JAWA POS)
JawaPos.com - Kehidupan waria seolah dibatasi tembok pembatas sosial dan spiritual. Sangat sederhana pesan yang ingin disampaikan penulis buku ini ke khalayak ramai: mengajak kita semua untuk melihat waria sebagai manusia. Namun, bila dihayati lebih mendalam, ajakan tersebut berangkat dari persoalan yang tidak sederhana.
Sedikitnya ada dua masalah utama yang dialami waria, diskriminasi sosial dan intimidasi spiritual. Dua persoalan inilah yang melambangkan cara pandang atas waria yang berbeda dengan kebanyakan manusia lain pada umumnya.
Pada ranah sosial, sebagai kelompok marginal, kehidupan waria selalu mendapat stigma negatif dalam mata pandang masyarakat. Sedangkan dari sisi spiritualitas, masih banyak orang yang menganggap waria sebagai makhluk Tuhan yang berlumur dosa.
Manusia yang selalu jauh dari kasih sayang Tuhan. Padahal, hanya Tuhan yang paling tahu siapa manusia yang paling berdosa di sisi-Nya.
Dua ranah intimidasi ini terus hadir dan direproduksi. Implikasinya, kelompok minoritas waria semakin terpojok dan kehilangan ruang.
Bukan sekadar ruang untuk bergaul, tapi juga tempat untuk belajar. Ada sejenis tembok pembatas sosial dan spiritual atas kehidupan waria.
Meskipun kita juga tahu bahwa waria juga manusia yang secara sosial butuh berinteraksi dengan sebanyak mungkin manusia. Dan, secara spiritual butuh berhubungan secara intim dengan Tuhan.
Maka, kehadiran pondok pesantren dengan santri yang khusus waria adalah ruang yang begitu istimewa. Tidak sekadar sebagai wadah untuk belajar ilmu agama, namun juga menjadi tempat yang nyaman untuk sekadar menepi dari pandangan negatif masyarakat.
Pandangan buruk atas waria tidak hanya terjadi pada waria. Tapi, mereka yang peduli dan setia menemani waria belajar agama juga tidak luput dari cercaan dan hinaan.
Ini pula yang dialami penulis, Masturiyah Sa’dan. Sejak 2016, perempuan asal Sumenep, Madura, ini setia mengajari waria mengaji Alquran di Pondok Pesantren Waria Al-Fatah, Jogjakarta. Selama hampir lima tahun ini pula ia mendapat cibiran dari orang-orang terdekatnya (halaman 334).
Pengalaman mendampingi komunitas marginal inilah yang melatari lahirnya buku ini. Dari lima bab yang tersaji, bab awal menceritakan profil pesantren waria, pasang surut eksistensi, serta konflik sosial yang pernah dialami.
Adapun bab terakhir mengisahkan perjalanan santri waria yang sowan ke beberapa kiai karismatis di tanah air. Salah satunya adalah KH Mustofa Bisri atau yang familier dengan panggilan Gus Mus. Seperti biasa, Gus Mus selalu memberikan petuah yang menggambarkan keluasan dan kedalaman ilmu agamanya (halaman 250–255).
Perjalanan hidup sebagai waria juga dikisahkan secara khusus di bab dua. Pada bab ini ada sepuluh waria yang bertutur tentang dirinya secara utuh. Mulai sejarah latar belakang keluarga, asal usul menjadi waria, bentuk intimidasi, jenis pekerjaan, cita-cita, hingga pemikiran waria tentang agama dan Tuhan (halaman 111–204).
Penulisan buku yang berlangsung selama dua belas putaran purnama ini, dari Juli 2019 hingga Juni 2020, menghadirkan kesan bahwa tidak mudah menyajikan fakta empiris kehidupan waria dengan sudut pandang ’’insider’’. Sudut pandang yang berangkat dan berasal dari ’’orang dalam’’, yaitu waria beserta orang-orang yang pernah berinteraksi sangat intim dalam durasi yang tidak sebentar.
Dengan berpijak dari perspektif emik, narasi tentang waria diharapkan bisa tampil seobjektif mungkin. Objektivitas ini tentu seperti yang diharapkan penulis akan bermuara pada cara pandang yang berbeda kepada waria.
Maka, buku ini pada hakikatnya ingin melihat waria dari cara pandang yang berbeda tersebut. Pandangan yang tidak menghakimi, namun lebih bersifat empati. (*)
Photo
Judul: Santri Waria: Kisah Kehidupan Pondok Pesantren Waria Al-Fatah Yogyakarta
Penerbit: Diva Press
Penulis: Masturiyah Sa’dan
Cetakan: Pertama, Agustus 2020
Tebal: 360 halaman
ISBN: 978-623-293-078-0
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022