
PT Perkebunan Nusantara I (Persero) mengajak mahasiswa Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung menerapkan ilmu dari bangku kuliah untuk praktek lapangan lewat program magang. (Istimewa).
JawaPos.com — Pembelajaran di Kampus dengan dunia kerja yang kerap tidak berbanding lurus mendapat perhatian dari PT Perkebunan Nusantara I (Persero). Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor perkebunan ini membuka peluang lulusan perguruan tinggi menerapkan ilmu dari bangku kuliah untuk praktek lapangan dengan program magang.
Direktur PTPN I Abdul Rivai mengatakan inisitif yang dilakukan sebagai entitas milik negara dengan penyiapan tenaga kerja terampil yang dibutuhkan dunia usaha.
"Sebenarnya banyak lapangan kerja, tetapi kadang sulit mencari tenaga kerja terampil yang siap dengan kondisi dunia kerja nyata. Butuh link and match antara kampus dan dunia kerja. Oleh karena itu, kami membuka kesempatan kepada talenta muda untuk magang dan atau memanfaatkan resources yang kami miliki untuk mem-bridging dua kutub itu," kata Rivai.
Abdul Rivai menggelar potensi yang ada di PTPN I dan bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa tingkat akhir dan atau lulusan baru. Antara lain, lahan yang luas, bidang riset yang beragam, teknologi agro dan machinery, dan lainnya. Konsepnya, berupa program magang sebagai laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa. Langkah ini diarahkan untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata industri, sekaligus menyiapkan talenta yang mampu menjawab tantangan bisnis berkelanjutan.
Baca Juga:Pendaftaran Calon Mitra Magang Nasional Batch 2 Dibuka hingga 31 Agustus, Simak Info Lengkapnya
Konsep ini juga disampaikan Abdul Rivai Ras saat memberikan kuliah umum di Universitas Sangga Buana (USB) YPKP bandung pekan lalu. Menurutnya, transformasi industri menuju praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memahami persoalan di lapangan.
“Bagaimana membuka ruang kerja sama, khususnya dalam mendorong terbangunnya kampus hijau, yang kemudian pada saatnya mahasiswa yang sudah selesai kuliah bisa mengembangkan aspek industri hijau. Karena itu berangkatnya dari kampus,” kata Abdul Rivai.
PTPN I memiliki sumber daya dan lingkungan operasional yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar bagi mahasiswa. Lahan perusahaan, misalnya, dapat menjadi lokasi penelitian, pengembangan teknologi maupun pengujian inovasi yang relevan dengan kebutuhan perkebunan. “Kami membuka ruang. Lahan-lahan kami yang tidur itu bisa dibuat produktif, bisa ditanami, bisa bekerja sama,” kata dia.
Selain lahan, PTPN I membuka peluang kolaborasi dalam pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan perkebunan. Mahasiswa diberi kesempatan untuk mengenal proses bisnis secara langsung, mengidentifikasi persoalan di lapangan, sekaligus menguji pengetahuan akademik melalui pengalaman kerja yang nyata.
Abdul Rivai menilai kebutuhan talenta industri hijau tidak terbatas pada bidang teknik. Karakteristik bisnis perkebunan membuat aspek lingkungan dan sosial tidak dapat dipisahkan dari pencapaian kinerja perusahaan. Karena itu, talenta masa depan perlu memiliki kemampuan teknis sekaligus pemahaman mengenai keberlanjutan, efisiensi sumber daya, perubahan iklim, serta hubungan perusahaan dengan masyarakat.
Gagasan tersebut mendapat respons positif dari Rektor USB YPKP Bandung, Prof. Diana Sari. Ia mengatakan pengembangan Green Campus yang dilakukan perguruan tinggi akan semakin kuat apabila terhubung dengan dunia industri.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Feyenoord vs AZ Alkmaar: Sama-Sama Produktif, Laga Berpotensi Imbang
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Surabaya Panas! Keringat Penjahit, Kipas Angin Laris, dan Tagihan Listrik Bengkak
Prediksi Skor Barcelona vs Getafe di Liga Spanyol: Blaugrana Pesta Gol di Camp Nou
Prediksi Susunan Pemain Como vs AS Roma: Fabregas Siapkan Taktik Subbuteo
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022