Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 September 2024, 02.46 WIB

Bisnis Model Canvas: Alat Penting untuk UMKM Merancang Rencana Bisnis Terstruktur dan Menjamin Keberhasilan

ILUSTRASI. (Pexels) - Image

ILUSTRASI. (Pexels)

JawaPos.com - Perkembangan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia semakin pesat. Jumlahnya meningkat, pelaku usaha ini berkontribusi besar terhadap perekonomian lokal. Dukungan pemerintah dan akses ke teknologi juga membantu UMKM untuk berinovasi dan memperluas pasar mereka secara lebih efektif.

Pelaku UMKM dapat memperluas pasar dengan menyiapkan model bisnis yang jelas untuk memahami target pasar dan strategi pemasaran yang efektif. Dengan model bisnis yang terencana, bisa mengidentifikasi peluang baru, mengoptimalkan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.

Model bisnis bisa membantu usaha yang dijalankan berbeda dengan bisnis milik competitor sebagaimana dikutip dari laman binus.ac.id pada (12/9). Memiliki model bisnis yang jelas, membantu UMKM dalam merancang strategi yang lebih terstruktur, seperti Business Model Canvas (BMC).

Alexander Osterwalder dalam 25 Jurus Pemasaran Praktis untuk UMKM karya Fianda Julyantoro memperkenalkan metode BMC dalam buku Business Model Generation. BMC terdiri atas 9 elemen kunci yang memberikan pengaruh dalam perkembangan bisnis.

ELEMEN BUSINESS MODEL CANVAS (BMC)

Business Model Canvas adalah alat penting yang membantu merancang dan mengelola bisnis dengan cara yang sederhana, dikutip dari Japri Maulana dalam webinar kewirausahaan di channel youtube @stebiglobalmuliatv9467. Berikut 9 elemen BMC beserta contohnya:

Pertama, customer segments (segmen pelanggan) menentukan siapa target pasar utama dari produk atau jasa yang ditawarkan. Contohnya bisnis kue rumahan bisa menyasar ibu rumah tangga, pekerja kantoran, atau mahasiswa yang mencari camilan sehat.

Kedua, value propositions (proposisi nilai) menjelaskan apa yang membuat produk atau jasa unik dan menarik bagi pelanggan. Misalnya kue yang dibuat dari bahan organik tanpa pengawet menawarkan pilihan sehat yang membedakan dari produk lain.

Ketiga, channels (saluran) adalah cara bisnis berinteraksi dengan pelanggan untuk menyampaikan proposisi nilainya. Misalnya bisnis kue dapat menggunakan media sosial, website, atau toko fisik untuk menjual dan mengirim produknya.

Keempat, customer relationships (hubungan pelanggan) menggambarkan bagaimana bisnis berinteraksi dengan pelanggan, baik secara personal atau otomatis. Contohnya bisnis kue dapat menawarkan layanan pelanggan melalui whatsapp dan memberikan diskon khusus untuk pelanggan setia.

Kelima, revenue streams (sumber pendapatan) menjelaskan bagaimana bisnis mendapatkan pendapatan dari setiap segmen pelanggan. Misalnya pendapatan bisa berasal dari penjualan langsung, paket langganan mingguan, atau pesanan khusus untuk acara.

Keenam, key resources (sumber daya utama) adalah sumber daya penting yang diperlukan untuk menjalankan bisnis. Contohnya termasuk bahan baku berkualitas, peralatan dapur, tenaga kerja, dan platform e-commerce untuk penjualan.

Ketujuh, key activities (aktivitas utama) mencakup aktivitas penting yang harus dilakukan untuk mewujudkan proposisi nilai dan menjangkau pasar. Contohnya termasuk memproduksi kue, melakukan pemasaran di media sosial, dan mengirimkan produk kepada pelanggan.

Kedelapan, key partnerships (kemitraan utama) melibatkan pihak-pihak eksternal yang mendukung operasional bisnis. Contohnya termasuk bekerja sama dengan supplier bahan organik, jasa pengiriman, atau influencer untuk promosi.

Kesembilan, cost structure (struktur biaya) mencakup semua biaya yang diperlukan untuk menjalankan bisnis. Contohnya termasuk biaya produksi, pemasaran, serta pengemasan dan pengiriman.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore