
Suasana Jalan Raya Mohammad Toha, Parung Panjang bebas tanpa truk tambang, Minggu (12/10/2025). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Warga Parung Panjang memberikan apresiasi atas kepemimpinan Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi atau KDM atas perhatian besar diberikan ke wilayah Parung Panjang setelah puluhan tahun dianaktirikan.
Di tahun 2025 kemarin, jalan utama Parung Panjang dibenahi secara serius. Kabupaten Bogor dan Provinsi Jabar bersinergi menggelontorkan dana hingga ratusan miliar untuk membangun sejumlah ruas jalan di wilayah yang berbatasan dengan Provinsi Banten itu.
Kini, warga Parung Panjang dapat menikmati hasil dari perbaikan jalan. Dulu, jalan provinsi ini kerap disebut kubangan kerbau saking rusaknya, namun kini berubah drastis lebih baik.
Dengan jalanan yang bagus, jalan provinsi di Parung Panjang terlihat lebih lebar dan luas dibandingkan dengan sebelum dilakukan perbaikan.
"Sekarang jalan di Parung Panjang jadi bagus. Kemarin aku antar keluarga ke rumah sakit, alhamdulillah tidak lagi struggling seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Ridha, salah satu warga Parung Panjang kepada JawaPos.com.
Ardian, warga lainnya, melihat besarnya dana yang digelontorkan untuk perbaikan jalan provinsi di Parung Panjang belum sesuai dengan ekspektasinya. Ardian yang tinggal di salah satu perumahan di Desa Jagabaya menilai, pengerjaan jalan dinilai tidak terlalu rapi.
"Pekerjaan yang dilakukan bisa dibilang ngasal karena cenderung bergelombang," kata Ardian.
Menurut dia, proses pengerjaan yang tidak terlalu rapi ini sebenarnya sudah terlihat sejak masih proses pengerjaan dilakukan dimana para pekerja dinilai kurang memperhatikan profesionalitas.
"Sisa material terkadang tidak dibersihkan sehingga mengganggu perjalanan warga," katanya.
Terlepas dari hal tersebut, dia memberikan apresiasi kepada pemerintah Kabupaten Bogor dan Provinsi Jawa Barat atas perhatian besar yang ditunjukkan ke Parung Panjang.
Karena selama puluhan tahun, wilayah di perbatasan ini hanya dikeruk keuntungannya namun nyaris tidak pernah diperhatikan.
Alhasil, jalanan di Parung Panjang tidak pernah bagus dan kerap disebut-sebut sebagai jalan menuju 'neraka.'
"Saya siap mengawal agar jalan di Parung Panjang tidak dirusak lagi oleh truk-truk tambang," tegas Ardian.
Diketahui, Pemerintah Kabupaten Bogor mengalokasikan dana sekitar Rp 104 miliar untuk perbaikan jalan di 13 titik di sejumlah ruas vital di Parung Panjang pada tahun 2025 kemarin.
Angka tersebut lebih besar karena juga dibantu suntikan dana dari pemerintah Provinsi Jawa Barat.
