Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 Maret 2025, 04.38 WIB

Surili Terancam Punah, Pertamina EP Tambun Field dan TNGGP Jalin Kerja Sama Konservasi

Surili (presbytis comate), primata endemik Indonesia. Surili termasuk salah satu spesies yang sangat terancam punah menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature), (PEP) - Image

Surili (presbytis comate), primata endemik Indonesia. Surili termasuk salah satu spesies yang sangat terancam punah menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature), (PEP)

   

JawaPos.com – Pertamina EP Tambun Field mengambil langkah nyata dalam pelestarian keanekaragaman hayati dengan menjajaki kerja sama konservasi surili (Presbytis comata), primata endemik Indonesia yang masuk kategori sangat terancam punah menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN). Program ini akan dijalankan bersama Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) sebagai bagian dari upaya perlindungan habitat dan spesies langka.

Surili dikenal dengan ciri khas bulu lebat berwarna coklat kemerahan atau abu-abu kehitaman. Hewan ini memiliki wajah unik dengan bulu halus berwarna putih atau krem di sekitar mata serta ekor panjang yang membantunya bergerak lincah di pepohonan. Meski memiliki kemampuan adaptasi yang baik, populasi surili terus menyusut akibat kerusakan habitat dan perburuan ilegal.

Berdasarkan berbagai sumber konservasi, populasi surili di alam liar diperkirakan kurang dari 1.000 ekor. Kehidupan mereka yang tersembunyi di bagian hutan terpencil membuat pemantauan jumlah pastinya menjadi sulit. Mengingat statusnya yang kritis, perlindungan habitat dan pengawasan perdagangan ilegal menjadi langkah penting dalam upaya konservasi.

Kolaborasi Konservasi dengan TNGGP

Sebagai langkah awal, tim dari Pertamina EP Tambun Field melakukan kunjungan ke TNGGP pada Februari lalu untuk menjalin komunikasi dan merancang program konservasi yang lebih komprehensif. Senior Manager Pertamina EP Tambun Field, Totok Parafianto, menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dalam upaya pelestarian lingkungan.

“Kami berharap kerja sama ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Totok.

Kepala Balai Besar TNGGP, Adi Nurhadi, turut menyambut baik inisiatif tersebut dan optimistis kolaborasi ini dapat memberikan dampak positif terhadap populasi surili di kawasan taman nasional.

“Mudah-mudahan dengan adanya kerja sama ini, kita bisa bersinergi melindungi populasi dan habitat surili di TNGGP,” ujarnya.

Sebelumnya, pada 2022, Pertamina EP Tambun Field juga telah berkontribusi dalam pelepasliaran dua ekor surili, Atta dan Rita, di Cagar Alam Gunung Burangrang (CAGB) bekerja sama dengan Yayasan Konservasi Alam Bandung. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemulihan populasi satwa langka di habitat alaminya.

Program konservasi lanjutan yang direncanakan bersama TNGGP akan menitikberatkan pada penguatan fungsi kelembagaan dan strategi perlindungan habitat. Surili dipilih sebagai satwa kunci, mengingat perannya yang krusial dalam keseimbangan ekosistem hutan tropis.

Inisiatif ini juga sejalan dengan kebijakan lingkungan yang diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.1 Tahun 2021 tentang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup, khususnya dalam aspek konservasi keanekaragaman hayati.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan pelestarian surili dan habitatnya dapat berjalan lebih efektif serta memberikan manfaat jangka panjang bagi ekosistem hutan dan masyarakat sekitar.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore