
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Musyawarah Pleno (Muspleno) Hima Persis, Jogjakarta. (Mabes Polri)
JawaPos.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya memanfaatkan bonus demografi Indonesia pada acara Musyawarah Pleno (Muspleno) Hima Persis di Jogjakarta, Sabtu (18/1). Dalam sambutannya, Kapolri mengingatkan bahwa bonus demografi yang akan mencapai puncaknya pada 2030-2035 adalah peluang besar sekaligus tantangan bagi bangsa.
“Momentum ini hanya datang sekali dalam perjalanan sebuah bangsa. Jika kita berhasil memanfaatkannya, Indonesia bisa melompat menjadi negara maju. Namun, jika gagal, bonus demografi ini dapat berubah menjadi bencana yang membebani keutuhan NKRI,” ujar Kapolri.
Kapolri menyampaikan bahwa bonus demografi adalah momen penting di mana populasi usia produktif lebih banyak dibandingkan usia non-produktif. Dengan kebijakan yang tepat, bonus demografi dapat menjadi katalis untuk pembangunan ekonomi dan kemajuan bangsa.
Namun, kegagalan dalam memanfaatkan potensi ini dapat menimbulkan bencana demografi, seperti meningkatnya angka pengangguran, konflik sosial, dan tekanan ekonomi. Kapolri mengajak seluruh pemuda, khususnya anggota Hima Persis, untuk berkontribusi dalam mengoptimalkan momentum ini.
Kapolri juga menyoroti program Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, termasuk program makan bergizi dan penguatan sektor pendidikan. Ia menekankan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yang menjadi kunci keberhasilan memanfaatkan bonus demografi.
Selain membahas bonus demografi, Kapolri menyampaikan pentingnya mewujudkan swasembada pangan. Polri, bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, berkomitmen memanfaatkan satu juta lahan produktif untuk penanaman bersama.
“Harapan kita tidak hanya swasembada, tetapi juga mampu mengeksplor pangan kita di masa depan,” kata Kapolri. Ia juga mengajak Hima Persis untuk mendukung program ini melalui berbagai inisiatif seperti pengembangan bibit, edukasi lingkungan, dan pemanfaatan lahan produktif.
Kapolri membuka pintu lebar-lebar bagi Hima Persis untuk terlibat dalam mendukung program pemerintah. Ia mengapresiasi berbagai inisiatif organisasi, seperti edukasi lingkungan, pembuatan alat tangkap ikan, dan perbaikan fasilitas ibadah, yang dinilai selaras dengan visi pemerintah.
“Kami memberi ruang seluas-luasnya kepada rekan-rekan untuk bergabung dan berkontribusi,” tutup Kapolri.
