← Beranda

Mantan Pemilik Twitter Putuskan Berhenti Main Instagram dan Hapus Akunnya  

Firmanda Dwi SeptiawanJumat, 18 Agustus 2023 | 21.14 WIB
Eks CEO Twitter Jack Dorsey. (CHRIS PAVLICH/NEWSPIX/REX/SHUTTERSTOCK)

JawaPos.com - Pendiri sekaligus mantan CEO Twitter, Jack Dorsey menyatakan berhenti bermain media sosial Instagram. Ia memutuskan untuk menghapus akunnya dan mengumumkan hal tersebut melalui media sosial Nostr.

Dikutip dari pernyataan Tech Crunch, Dorsey mengatakan bahwa ia berniat menghapus akun Instagram miliknya @Jack karena tidak pernah digunakan.

"Saya menghapus akun Instagram saya. Tidak tahu kenapa saya butuh waktu lama dalam memutuskan hal ini," kata Jack Dorsey.

Baca Juga: Utang Rumah Tangga Pada Juli 2023 Meningkat, Paling Banyak untuk Kredit Kendaraan Bermotor

Jack Dorsey sempat memikirkan untuk menjual akunnya, sebelum akhirnya memilih untuk menghapusnya secara permanen.

Dalam postingan yang sama, Jack Dorsey bercerita bagaimana dulu ia menjadi bagian dari Instagram dan memilih menjual platform tersebut ke Facebook atau kini disebut Meta. Semenjak instagram diambil alih Mark Zuckerberg, Dorsey tidak pernah lagi login ke akunnya.

Jack Dorsey memang memiliki hubungan dekat dengan mantan CEO Instagram, Kevin Systorm. Mereka bahkan ia berteman sejak bekerja bersama di perusahaan bernama Odeo. Twitter tercatat pernah mencoba membeli Instagram, namun ia dan Kevin menolak tawaran dari Twitter kala itu.

Baca Juga: Cegah Kejahatan Finansial dan Skema Rekayasa Sosial, Bank Digital Ini Luncurkan Aplikasi Anyar 

Sejak Dorsey mendengar kabar Instagram dijual ke Facebook, yang merupakan pesaing utama dari Twitter saat itu, akun Jack Dorsey @Jack langsung tidak aktif. Unggahan terakhirnya tercatat pada 9 April 2012.

Semenjak keluar dari Twitter dan menghapus akun Instagram, Jack Dorsey tengah sibuk dalam mengembangkan aplikasi media sosial baru bernama Bluesky. Dulu, aplikasi ini digadang-gadang menjadi pesaing Twitter. Namun fitur yang ada di Bluesky masih terbilang terbatas karena berada di aplikasi microblogging.

Baca Juga: Bongkar Mafia Tanah di Kasus Penyitaan Graha Wismilak, Polda Jatim Bakal Periksa 19 Saksi dan 2 Saksi Ahli

Proyek Bluesky yang dibangun pada 2019 dulunya merupakan pengembangan dari Twitter. Pada tahun 2022, proyek ini sudah tidak lagi dibawah naungan Twitter dan kini bertransformasi menjadi perusahaan sendiri bernama Bluesky PBLLC.

Dikutip dari India.com, Bluesky merupakan AT Protocol media sosial dan memerlukan host atau server yang membuat jejaring di Bluesky dapat bersosialisasi dengan orang luar. Dorsey optimistis BlueSky dapat mengurangi sentralisasi dari seorang individu dan bisa menyebar luas lebih dari Twitter.

Dalam waktu dekat, ia akan memoderasi percakapan dan perkembangan di Bluesky.

EDITOR: Banu Adikara