
Ketua Perempuan Amanat DPD Surabaya sekaligus penasihat di Majelis Taklim At Taubah Zuhrotul Mar
JawaPos.com–Tiap orang punya cerita masa lalu yang belum tentu indah. Namun, pada masa akan datang, setiap orang berhak memiliki cerita indah yang ingin dilukisnya.
Termasuk Ella. Mantan pekerja seks komersial (PSK) di Morokrembangan, Surabaya Utara, mengatakan, lembar hitam di dunia PSK telah ditutupnya sejak 2010.
Dia berusaha keluar dari lingkaran hitam itu. Ella memutuskan bergabung ke Majelis Taklim At Taubah Muhammadiyah.
”Saya mulai memahami sedikit demi sedikit tentang ilmu agama. Anak saya dua,” ujar Ella saat ditemui di Morokrembangan.
Kedua mata Ella tampak sedikit berkaca-kaca begitu mengungkapkan keinginan pada masa depan. Dia menyatakan, saat ini, kedua anaknya menjadi kunci kebahagiaannya.
”Saya harapannya bisa menyekolahkan anak sampai tuntas bahkan kuliah dari berdagang. Saya ingin berjualan dan difasilitasi Pemkot Surabaya kalau bisa,” tambah Ella.
Ketua Perempuan Amanat DPD Surabaya sekaligus penasihat di Majelis Taklim At Taubah Zuhrotul Mar'ah menuturkan, majelis berupaya mengajak siapapun untuk bergabung dan menimba ilmu.
Zuhrotul menambahkan, majelis tidak satu atau dua tahun berdiri. Bahkan, sebelum praktik prostitusi dibubarkan, pengurus majelis berupaya mendekati masyarakat.
”Secara finansial kami bantu. Bagaimana mereka bisa berdiri secara independen,” tutur Zuhrotul Mar'ah.
