Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Januari 2025, 13.00 WIB

Integrasi Generative AI dalam Sektor Pendidikan Indonesia, Tingkatkan Produktivitas dan Kreativitas

Adrian Lesmono dorong integrasi AI dalam sektor pendidikan di Indonesia. (Ahmad Khusaini / Jawa Pos). - Image

Adrian Lesmono dorong integrasi AI dalam sektor pendidikan di Indonesia. (Ahmad Khusaini / Jawa Pos).

 
JawaPos.com - Penerapan kecerdasan buatan generatif (generative AI) di sektor pendidikan Indonesia kini semakin menjadi kebutuhan. Teknologi ini tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi juga pendorong utama bagi mahasiswa dan akademisi untuk meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis. Dalam konteks ini, para ahli dan pelaku industri sepakat bahwa literasi digital serta infrastruktur teknologi yang memadai menjadi elemen kunci.
 
Menurut dosen Teknik Informatika dan Teknik Elektro, Resmana Lim, dosen Teknik Informatika dan Teknik Elektro Petra Christian University (PCU), literasi digital bagi mahasiswa sangat penting. "Generatif AI di sektor pendidikan ini, saya kira, sudah suatu keharusan. Mahasiswa harus punya literasi yang bagus untuk memanfaatkan alat-alat yang tersedia. Tapi jangan hanya sekadar menggunakan, kita harus menganggap ini sebagai tools. Tetap yang pintar itu mahasiswanya," ujar Resmana di Surabaya, Senin (20/1).
 
Resmana menekankan bahwa generative AI hanya akan bermanfaat jika mahasiswa memiliki kemampuan bertanya dan berpikir generatif. "AI tidak bisa bekerja tanpa input yang baik. Mahasiswa harus mampu memberikan pertanyaan yang tepat dan mengembangkan ide sehingga AI menghasilkan sesuatu yang lebih insightful dan berguna," tambahnya.
 
Penerapan AI di sektor pendidikan memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas. Resmana menjelaskan, "Kita butuh produktivitas. Pekerjaan yang sifatnya rutin bisa dikerjakan oleh AI, sehingga mahasiswa, dosen, atau manusia bisa fokus pada hal yang lebih penting, seperti mengkonseptualisasi dan mengkombinasikan ide. Dengan bantuan AI, kemampuan kita menjadi lebih optimal, seperti istilahnya superhuman."
 
 
Pendekatan ini memungkinkan pendidikan tinggi di Indonesia untuk mengembangkan kemampuan generatif mahasiswa, bukan sekadar sebagai pengguna teknologi, tetapi sebagai inovator yang mampu menciptakan solusi baru.
 
Namun, pertanyaan utama adalah, apakah infrastruktur pendidikan di Indonesia siap untuk mendukung integrasi AI? Resmana optimistis bahwa dengan investasi yang terjangkau, sekolah dan universitas dapat memulai penerapan generative AI. "Mesin AI untuk level entry sudah memungkinkan dipakai di Sekolah Menengah. Dengan pengalaman kami, investasi yang tidak terlalu besar bisa menyediakan mesin lokal untuk latihan. Selain itu, kita juga bisa memanfaatkan banyak platform AI yang gratis di internet," jelas dosen yang juga menangani Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi di PCU itu.
 
Di sisi lain, Adrian Lesmono, Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, menyoroti pentingnya penyediaan perangkat yang mampu mendukung penerapan teknologi AI di kampus-kampus. "Penting menghadirkan teknologi canggih berbasis AI di Surabaya yang merupakan salah satu ikon kota kreatif di Indonesia. Ini harapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi mahasiswa, kalangan akademisi, pelaku ekonomi kreatif, dan berbagai industri lainnya," ujar Adrian.
 
Untuk mendorong integrasi AI lebih lanjut, NVIDIA Indonesia aktif berkolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan. Adrian menjelaskan, "Harus banyak melakukan kegiatan di kampus maupun sekolah, seperti seminar dan diskusi untuk membuka wawasan mahasiswa dan pelajar tentang AI,".
 
Adrian juga mendorong kampus untuk mengembangkan proyek berbasis AI yang relevan dengan kebutuhan masing-masing institusi. "Lebih sarankan agar kampus mulai membuat solusi berbasis AI dan memanfaatkan teknologi yang tepat, seperti perangkat atau software yang mendukung kebutuhan mereka. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak besar terhadap produktivitas dan kemampuan mahasiswa," tambah Adrian.
 
Integrasi generative AI di sektor pendidikan adalah langkah penting untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi tantangan di era digital. Dengan literasi digital yang baik, infrastruktur yang memadai, dan kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri, penerapan AI tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menciptakan peluang baru untuk inovasi.
 
 
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore