Logo JawaPos
Author avatar - Image
25 Agustus 2023, 01.57 WIB

PAD Tak Sesuai Target, APBD Surabaya Dirasionalisasi

ilustrasi pajak - Image

ilustrasi pajak

JawaPos.com–Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya Tahun 2023 mengalami rasionalisasi. Itu lantaran capaian pendapatan asli daerah (PAD) khususnya dari sektor pajak tidak memenuhi target.

”PAD dari sektor pajak turun semua, baik itu PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), pajak hotel, pajak restoran, dan pajak reklame,” kata anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Surabaya M. Machmud seperti dilansir dari Antara di Surabaya, Kamis (24/8).

Oleh karena itu, kata dia, Banggar DPRD Surabaya dan Tim Anggaran Pemkot Surabaya saat membahas Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD Surabaya 2023 menetapkan target PAD dari pajak diturunkan. Dari Rp 5,1 triliun pada APBD murni 2023 menjadi Rp 4,8 triliun.

Machmud menyebutkan, tidak tercapainya target PAD khususnya dari sektor pajak tersebut, membuat APBD Surabaya 2023 terkoreksi. Dari sebelumnya sebesar Rp 11,3 triliun menjadi Rp 10,7 triliun.

”Anggaran terbesar di belanja barang dan jasa dipangkas. Pemangkasan anggaran paling besar di belanja barang dan jasa sebesar dari Rp 5,4 triliun menjadi Rp 5,3 triliun, pengurangan Rp 144 miliar,” ujar Machmud.

Menurut dia, kondisi di lapangan masih banyak ditemukan pembangunan reklame-reklame berukuran besar. Hal itu bisa menopang perolehan PAD Surabaya dari sektor pajak reklame.

Dia mencontohkan di kawasan Jalan Mayjen Yono Koeswoyo yang banyak dipenuhi reklame-reklame berukuran besar seperti baliho hingga videotron. ”Banyaknya reklame tersebut merupakan potensi pendapatan dari sektor pajak,” kata Machmud, anggota Komisi A DPRD Surabaya itu.

Rasionalisasi APBD Surabaya 2023 juga berdampak pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Surabaya 2024. Terkoreksi menjadi Rp 10,8 triliun dari APBD Surabaya 2023 sebesar Rp 11,2 triliun.

”Sebenarnya untuk kota sebesar Surabaya idealnya lebih besar dari itu. Namun kami sesuaikan pendapatan dengan belanja. Kami seimbangkan antara pendapatan dan belanja,” kata Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono.

Adi menambahkan, untuk menambah PAD Surabaya, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkot Surabaya didorong agar lebih kreatif dalam menggali sumber pendapatan dari sektor pajak maupun retribusi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore