← Beranda

Resep Mario Lemos Makin Sedap! Persijap Jepara Sajikan 'Menu Bintang Lima', Persebaya Surabaya Jadi Korban

Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 22 Februari 2026 | 20.23 WIB
Mario Lemos ajari Persebaya Surabaya cara memasak menu bintang lima di Bumi Kartini. (Persijap)

JawaPos.com - Resep masakan Mario Lemos tampaknya lebih sedap dari Bernardo Tavares. Persijap Jepara sukses bungkam Persebaya Surabaya lewat racikan 'masakan menu bintang lima' di panggung pekan ke-22 Super League 2025/2026. Di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (21/2/2026) malam, racikan taktik itu tersaji matang dan menghasilkan kemenangan meyakinkan 3-1.

Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin, melainkan sinyal kebangkitan Laskar Kalinyamat bersama nakhoda lamanya. Sentuhan Mario Lemos langsung terasa, membuat permainan Persijap lebih rapi, agresif, dan penuh determinasi.

Sejak peluit awal dibunyikan, Persijap tampil percaya diri di hadapan pendukungnya sendiri. Tekanan demi tekanan membuat Persebaya Surabaya kesulitan mengembangkan permainan dan dipaksa lebih banyak bertahan.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Koleksi Tujuh Kartu Merah, Jadi Tim Paling 'Ganas' di Super League 2025/2026!

Gol pembuka lahir pada menit ke-32 lewat kecerdikan Iker Guarrotxena memanfaatkan assist Lucas Morelatto. Sang striker bergerak tanpa kawalan, lalu menuntaskan peluang dengan penyelesaian dingin yang membuat stadion bergemuruh.

Keunggulan itu membuat Persijap makin berani memainkan tempo. Aliran bola mengalir lebih sabar, seolah menunjukkan kelas dan kematangan strategi yang diracik dari dapur taktik Mario Lemos.

Babak kedua menjadi panggung perubahan yang menentukan. Masuk dari bangku cadangan pada menit ke-69, Alexis Gomez langsung memberi warna berbeda dalam serangan tuan rumah.

Hanya dua menit berada di lapangan, Alexis Gomez membuktikan kualitasnya dengan mencetak gol pada menit ke-71. Ia memanfaatkan assist Borja Herrera dan menuntaskannya dengan sentuhan presisi yang memperlebar jarak menjadi 2-0.

Gol tersebut seperti hidangan utama yang membuat kepercayaan diri Persijap memuncak. Persebaya Surabaya mencoba bangkit, tetapi koordinasi lini belakang tuan rumah tampil disiplin dan sulit ditembus.

Iker Guarrotxena kemudian melengkapi malam istimewanya dengan gol kedua pada menit 90+12. Assist dari Alexis Gomez disambut sepakan terarah yang memastikan skor 3-1 dan menutup laga dengan senyum lebar publik Jepara.

Persebaya Surabaya sempat memperkecil ketertinggalan lewat penalti Bruno Moreira pada menit 90+4. Namun, momentum sudah telanjur berpihak kepada Persijap yang bermain lebih efektif sepanjang pertandingan.

Situasi makin berat bagi tim tamu setelah Rachmat Irianto menerima kartu merah pada menit ke-86. Bermain dengan sepuluh orang membuat Persebaya Surabaya kehilangan keseimbangan di fase krusial laga.

Kemenangan ini terasa spesial karena menjadi pembuktian kebangkitan Persijap di bawah komando Mario Lemos. Ia kembali memimpin tim setelah bertukar posisi dengan Divaldo Alves yang kini menjabat sebagai Direktur Teknik Persijap.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Long Ball FC! Bonek Geram, Bernardo Tavares Didesak Ubah Arah Permainan

Sentuhan pelatih asal Portugal itu langsung mengubah wajah permainan Laskar Kalinyamat. Strategi lebih terstruktur dan respons pemain terhadap instruksi terlihat jauh lebih padu.

“Soal pertandingan ini, kita tahu Persebaya adalah tim yang bagus. Tapi kami senang bisa tampil bagus pada laga kali ini. Terlebih tampil di depan suporter yang terus memberikan dukungannya yang membuat pemain tampil lebih semangat,” kata Mario Lemos usai laga.

Dukungan suporter di Stadion Gelora Bumi Kartini memang menjadi energi tambahan bagi para pemain. Atmosfer kandang terasa seperti dapur panas yang membuat setiap pemain tampil penuh gairah.

Tambahan tiga poin membuat Persijap kini mengoleksi 18 poin. Mereka naik satu strip dari posisi 17 ke peringkat 16, meski masih berada di zona merah klasemen. Perolehan poin itu sudah menyamai PSBS Biak yang berada di posisi ke-15. Persaingan di papan bawah pun makin ketat dan setiap laga terasa seperti final.

Meski sukses menumbangkan Persebaya Surabaya, Persijap tak mau terlena. Jadwal pekan ke-23 sudah menanti dengan tantangan berat menghadapi Bali United FC pada Sabtu (28/2) mendatang.

Laga tandang menjadi pekerjaan rumah bagi Mario Lemos. Dua kekalahan sebelumnya saat melawan Arema FC dengan skor 0-1 dan Malut United FC dengan skor 0-4 masih menjadi catatan evaluasi.

Mario Lemos menegaskan target timnya tetap sama di setiap pertandingan.

“Tujuan kami tiap pertandingan yang dijalani adalah mendapatkan poin. Saat main tandang lawan Arema FC (kalah 0-1) dan Malut United FC (kalah 0-4), memang kami tidak mendapatkan hasil yang bagus. Namun harapannya di Bali nanti, kita bisa dapat hasil bagus,” pungkasnya.

Pernyataan itu menunjukkan mentalitas realistis sekaligus optimistis dari sang pelatih. Ia sadar perjalanan keluar dari zona merah membutuhkan konsistensi, terutama saat bermain di kandang lawan.

Kini, publik Jepara boleh berharap resep masakan Mario Lemos terus mengeluarkan aroma kemenangan. Jika racikan taktik ini kembali matang di laga tandang, bukan tak mungkin Persijap benar-benar menyajikan menu bintang lima yang menyelamatkan musim mereka.

 

 

EDITOR: Hendra